Terkini, Makassar – Kinerja perusahaan jasa keuangan di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mencatat perkembangan yang positif hingga Agustus 2024.
Menurut Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat, Darwisman, pertumbuhan kredit di Sulampua ini mencapai 8,79% (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat sebesar 5,55% (yoy).
Adapun rasio kredit terhadap dana pihak ketiga, atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di wilayah ini pun mencapai angka 124,97%.
“Ini menunjukkan bahwa sebagian besar pembiayaan yang disalurkan di Sulampua berasal dari dana luar daerah,” ungkap Darwisman, pada kegiatan Journalist Class yang berlangsung di Hotel The Rinra, Senin 4 November 2024.
Penyaluran Kredit di Sulampua: Konsumtif Lebih Tinggi dari Produktif
Dari sisi penyaluran kredit, total kredit konsumtif di Sulampua hingga Agustus 2024 tercatat senilai Rp212,78 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan kredit produktif yang mencapai Rp211,17 triliun.
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usi Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
- Bupati Sidrap Motivasi Siswa SDN 1 Rijang Panua: Jadi Generasi Cerdas dan Berakhlak
- Konflik Akses Jalan Pesantren Darul Istiqomah, Yasir Machmud Minta Jalan Dipakai Bersama
- Kisah Helmi, Mewarisi Sang Ayah Berangkat ke Baitullah, Jadih CJH Termuda Jeneponto
Kredit produktif sendiri terbagi atas Kredit Modal Kerja sebesar Rp142,50 triliun dan Kredit Investasi sebesar Rp68,67 triliun.
Kredit dari Sektor Ekonomi: Kredit Peralatan Rumah Tangga Mendominasi
Dilihat dari sektor ekonomi, kredit terbesar disalurkan untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya, dengan nilai mencapai Rp122 triliun atau 28,86% dari total kredit.
Sektor perdagangan besar dan eceran berada di posisi kedua dengan nilai Rp85 triliun (20,15%), diikuti oleh kredit untuk pemilikan rumah tinggal sebesar Rp48 triliun (11,24%).
Dorongan Positif untuk Pertumbuhan Ekonomi
Darwisman menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan peran penting sektor jasa keuangan dalam mendukung perekonomian Sulampua.
“Pertumbuhan kredit yang stabil, khususnya pada sektor konsumtif dan produktif, menunjukkan permintaan masyarakat yang terus meningkat, sekaligus memperkuat sektor-sektor strategis di wilayah ini,” ujarnya.
Dengan performa yang terus tumbuh ini, OJK akan terus memantau dan mendorong pengelolaan dana yang sehat guna memastikan pertumbuhan ekonomi Sulampua tetap berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
