Kisah Zainuddin Penyandang Tunanetra di Makassar, 25 Tahun Bangunkan Warga Sahur

Kisah Zainuddin Penyandang Tunanetra di Makassar, 25 Tahun Bangunkan Warga Sahur

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

“Saya menjalankannya dengan ikhlas,” ungkapnya

Aktivitas tersebut telah ia lakoni dengan konsisten sejak tahun 1998. Setelah kecelakaan pada proyek bangunan di Malino, Kabupaten Gowa.

Ia mengalami kebutaan permanen usai terkena serbuk bangunan pada usia 25 tahun. Sejak itu, Zainuddin mencari aktivitas yang positif agar tetap bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

“Dari pada begadang saja, saya lalu berniat bangunkan sahur menggunakan seng licin, pintu saya gedor, setelah bersuara baru saya jalan lagi,” kenang Zainuddin.

Zainuddin pernah merasa sedih ketika harus membangunkan warga lantaran keterbatasan yang ia miliki. Hingga kini, pemerintah tidak pernah memberikan bantuan apa pun kepada Zainuddin.

Dari pengalaman hidupnya, Zainuddin hanya ingin mencari pahala dan membantu warga sekitarnya. Ia berharap dapat terus melakukan hal baik.

Selama bulan Ramadan, selepas salat duhur, Zainuddin menjual kurma. Bila musim hujan tiba ia menjual payung.

Zainuddin juga sempat menjual biji latto-latto sekitar seribu biji saat mainan tersebut viral. Ia bahkan bisa bermain latto-latto selama satu jam. Di luar bulan Ramadan ia menjalani profesi sebagai tukang pijit.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.