KJB Bakal ‘Menguliti’ RUU PKS Bareng Empat Pembicara Nasional, Catat Tanggalnya

Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia bakal ‘menguliti’ RUU PKS dalam bentuk diskusi ‘Ngaji di Udara’ dengan menghadirkan empat pembicara nasional.

Terkini.id,Jakarta – Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia bakal ‘menguliti’ RUU PKS dalam bentuk diskusi ‘Ngaji di Udara’ dengan menghadirkan empat pembicara nasional. Acara tersebut akan berlangsung Sabtu, 5 Oktober 2019 mendatang pukul 10.00 WIB di Lantai 2 Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Adapun keempat pembicara yang dimandatkan untuk menjadi narasumber dalam diskusi tersebut masing-masing aktivis perempuan, Inaya Wahid, Sekretaris Majelis Nasional FORHATI Jumrana Salikki, Komisi Ukhuwah MUI Dr. Wido Supraha, Kepala Subkomisi Pendidikan Komnas Perempuan Dr. Nina Nurmila.

Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia Nikmatus Solikah mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) dalam proses penyusunan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Di sini Komuntas Jurnalis Berhijab menghadirkan empat pembicara.

“Jadi mereka akan membuka diskusi tentang seberapa penting RUU PKS untuk perempuan di Indonesia. Selain itu, para narasumber juga akan mengupas seperti apa langkah pemerintah seharusnya menyikapi pro kontra RUU PKS, dan pasal mana saja yang harus diperhatikan oleh masyarakat luas,” terang Nicmah.

Masih kata Nicmah, pihaknya sengaja menghadirkan pembicara antara yang pro dan kontra terhadap RUU PKS. Misalnya Dr. Wido Supraha dan Jumrana Salikki akan jadi representasi pihak yang keberatan dengan revisi Undang-Undang (UU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Alasan dan opini mereka mengapa keberatan dengan RUU PKS ini akan diuraikan secara jelas dalam acara tersebut.

“Sementara Inaya Wahid akan mengupas dari kelompok yang mendukung pengesan RUU PKS. Dan selanjutnya  KJB juga menghadirkan Dr. Nina Nurmila, yang akan berbicara dari perspektif pengusul RUU PKS,” urai Nicmah Senin, 30 September 2019.

Lanjut Nicmah menyampaikan bahwa Podcast ‘Ngaji di Udara’ ini berangkat dari keresahan kaum urban akan maraknya kekerasan seksual dan perilaku tidak menyenangkan yang korbannya adalah perempuan.

“Di satu sisi KJB mendukung perlindungan perempuan, khususnya dari segi legal-formal. Namun, di sisi lain, KJB ingin publik mengetahui sudut pandang lain, yang menyarankan RUU PKS lebih baik tidak disahkan,” sambungnya.

Diketahui, kegiatan ini tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum. KJB juga mengundang berbagai komunitas  hijabers se-Jabodetabek, para aktivis, dan komunitas pemuda. Untuk masyarakat umum yang ingin hadir dalam acara ‘Ngaji di Udara’ dapat mengisi form https://tinyurl.com/NgajiDiUdara2019.

Berita Terkait