Innalillahi, Nhera Reporter Rakyat Sulsel Meninggal Dunia, Insan Pers Berduka

Nhera Arvindra, reporter Rakyat Sulsel yang juga member Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia telah berpulang ke Rahmatullah.

Terkini.id,Makassar – Innalillahi Wa’inna Ilaihi Rojiun, Kalangan dunia jurnalis Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah bahkan Jurnalis yang tergabung di Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia berduka, karena seorang wartawan Harian Rakyat Sulsel, Nhera Arvindra telah berpulang ke Rahmatullah.

Jebolan kampus Universitas Tadulako Palu ini wafat pada Jumat 6 September 2019 jelang Salat Magrib di Rumah Sakit Undara, Palu Sulawesi Tengah setelah dirawat berbulan-bulan untuk melawan sakit tipes dan Lupus yang dideritanya.

Almarhumah Andi Humaera saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar jurusan BK.

Berpulangnya Jurnalis yang dikenal supel, ramah, santun dan bersahabat ini beredar luas di group awak media baik lokal maupun nasional. Bahkan dinding facebook pribadinya @ Nhera Arvindra seorang sahabat Nhera mengabarkan kabar duka ini yaitu Andiem Hatim.

Andiem menuliskan Jumat 6 September pukul 18:05 Wita kabar duka itu datang dari kakakmu Nhera. Dia mengabarkan jika kamu sudah tiada.

Diakui Jurnalis Mercucuar ini sejak mendapat kabar kepergian sahabatnya itu, ia lalu kemudian bergegas mengabarkan ke kerabat kantornya yang lain lalu dia memacu motornya menuju RS Undata Palu tempat Nhera dirawat.

“Air mataku langsung bercucuran melihat kau sudah tertutup kain didampingi Indo Ajimu (ibumu) yang hanya berkata kau hanya tertidur (Mantindroiii, Mantindro ni)/ dia hanya tertidur,” kisahnya.

Di kalangan jurnalis, sosok jebolan Pondok Pesantren Mangkoso itu sangat dikenal sebagai wartawan yang mudah bergaul, ramah, penolong, baik, sopan, santun, peduli, pekerja keras, cerdas dan lainnya.

Salah seorang jurnalis di Sulawesi Selatan, Echa Panrita Lopi/ Redaktur Makassar Terkini by terkini.id mengenal sosok almarhumah adalah jurnalis yang penuh semangat, pekerja keras, insting jurnalistiknya tinggi, selalu mau belajar, peduli, religius, santun dan lainnya,

“Dia punya semangat jurnalis besar. semangatnya tidak pernah padam. Kami sangat kehilangan sosoknya. Selamat jalan dek, semoga Husnul Khotimah. Alfatihah. Kami tidak akan pernah melupakan segala kebaikanmu dek,” tuturnya.

 

Echa yang juga members Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia ini mengaku sangat terpukul karena menurutnya walaupun Nhera ini masih tergolong jurnalis baru di Makassar tetapi baginya melebihi dari Jurnalis senior.

“Pergaulannya pakai hati. Tidak membeda-bedakan orang. Belum lagi Almarhumah sering bareng-bareng baik liputan ataupun sekedar nongkrong,” pungkasnya.

Paling tidak bisa terlupakan saat sama-sama liputan sekaligus relawan Tsunami dan gempa Palu 2018 tahun lalu. Saat mengetahui saya mau berangkat ke Palu, almarhumah pengen ikutan, namun kusarankan dia naik Hercules saja. Akhirnya kami bertemu di Palu, ada banyak cerita dan kenangan bersama adek Nhera.

 

Kenangan bersama Almarhumah Nera saat jadi Relawan Tsunami dan Gempa Palu 2018 lalu

“Almarhumah bagi saya adalah sosok selalu rendah hati. Kami juga dari Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya sahabat se profesi kami. Nhera juga termasuk salah satu member KJB,” ucap Echa Panrita Lopi.

 

Berita Terkait
Komentar
Terkini