KLHK Berduka, 6 Rimbawan Terbaik Gugur Dalam Tugas Negara

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Jakarta-Menjelang Hari Bakti Rimbawan ke-37, yang diperingati setiap 16 Maret ini. Awan duka kembali menyelimuti Keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebanyak 6 putra dan putri (Rimbawan) terbaiknya gugur saat menjalankan tugas negara di Kawasan Taman Nasional Sebangau, Provinsi Kalimantan Tengah, ‘Bumi Tambun Bungai’. Senin, 9 Maret 2020.

Keenam rimbawan tersebut gugur dalam musibah insiden kecelakaan speedboat, sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Meski sibuk oleh jadwal yang padat, Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK, langsung menghimbau kepada seluruh jajarannya, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK diseluruh Indonesia, untuk melakukan pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut pada, Selasa-Kamis, 10-12 Maret 2020, sebagai tanda berkabung atas gugurnya para staf dalam melaksanakan tugas.

Menlhk Siti Nurbaya juga menyampaikan rasa kehilangan mendalam melalui laman akun media sosialnya.

“Innalihai wainailaihi rojiun. Saya mendapatkan kabar duka terjadi insiden kecelakaan speedboat di Sungai Taman Nasional Sebangau, Palangka Raya. Saya terus mengikuti perkembangannya dan minta terus diperbaharui informasi lapangan pada kesempatan pertama, dan mari kita doakan agar proses evakuasi berjalan dengan lancar,” tulis Siti Nurbaya melalui laman akun medsosnya.

Menarik untuk Anda:

Sebanyak 8 orang staf yang menjadi korban dalam musibah Taman Nasional Sebangau. 6 orang korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan dua orang korban lainnya sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Selain itu, ikut menjadi korban dalam musibah tersebut Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono.

Enam orang staf TN Sebangau (KLHK) yang wafat, masing-masing atas nama: Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tias Nofianti, satu orang istri Polhut atas nama Umroatus Sholikhah, dan satu orang Manggala Agni atas nama Mansyah.

Jenazah telah diambil dari rumah sakit oleh masing-masing keluarga untuk dimakamkan di Kota Palangkaraya dan di Kabupaten Kapuas serta kabupaten Katingan. Sedabgkan, satu jenazah rencana akan dijemput keluarga untuk dimakamkan di Jawa Tengah. Untuk dua orang korban lainnya yang saat ini masih dalam perawatan atas nama Yuliansi dan Selfia.

Melalui Surat Edaran yang ditanda tangani Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, menghimbau kepada seluruh jajaran satuan kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion dan UPT Lingkung Kementerian LHK seluruh Indonesia untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang di halaman kantor instansi masing-masing.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Forum Awardee BU Indotim Salurkan Bantuan Untuktuk Korban Gempa Sulbar

Jangan Lewatkan Webinar ‘Smart Digital Citizenship’ Peran Teknologi Dalam Melawan Disinformasi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar