Terkini.id, Makassar – Sejumlah penyelenggara ad hoc Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mengundurkan diri lantaran menolak melakukan pemeriksaan tes usap.
Komisioner KPU Makassar, Endang Sari, mengatakan ada ad hoc mengundurkan diri sebab tak ingin melakukan pemeriksaan tes usap.
Endang menyebut pihak yang mengundurkan diri tersebut langsung diganti. Hal itu, mengingat kebutuhan Sumber Daya Manusia pada hari pemilihan mendatang tidak bisa ditawar lagi jumlahnya.
Endang mengatakan pihak yang menggantikan akan melakukan pemeriksaan rapid test terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan mereka terbebas dari virus Covid-19.
“Yang mundur langsung kita ganti. Tapi penggantinya kita rapid dulu. Kalau reaktif, kita swab juga. Tapi kalau non reaktif langsung bertugas,” kata Endang, Senin, 7 Desember 2020.
- PDAM Makassar Kerahkan Tangki Air Gratis hingga 24.00 Wita, Ini Nomor Layanannya
- Jelang Munas VIII PSMTI, Dukungan Wilianto Tanta Mengalir dari Sejumlah Daerah
- Di Tengah Musim Kemarau, Pendapatan PDAM Makassar Justru Meningkat
- MLS 2026 Dorong Makassar sebagai Episentrum Kepemimpinan, Bangun Dialog dengan Pemerintah Kota
- 9.9 Special All You Can Eat di Hana Resto, Nikmati Sajian Favorit Sepuasnya Hanya Rp99.026 NET/Pax
Endang juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, dan menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember 2020.
Rapid Tes Massal
Pada hari yang sama, KPU menggelar rapid test massal untuk seluruh penyelenggara pemilu.
Endang mengungkapkan rapid test tersebut untuk memastikan semua penyelenggara terbebas dari paparan Covid-19 saat bertugas pada tanggal 9 Desember mendatang.
Endang menyebut sebanyak 16 ribu lebih Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), ditambah dengan penyelenggara yang lain, sehingga total ad hoc yang dirapid test oleh KPU sebanyak 21 ribu lebih
“Dari Jumlah tersebut, terdapat 462 KPPS yang dinyatakan reaktif. Mereka kemudian dirapid test kembali dan hasilnya menyisakan 127 orang reaktif. Di akhir rapid, KPU Makassar hanya menemukan 68 orang yang reaktif,” ucap Endang.
Endang mengatakan 68 orang yang dinyatakan reaktif pada saat rapid test di Rumah Sakit Sayang Bunda langsung diarahkan ke kantor KPU Makassar untuk menjalani tes usap.
Hasil tes usap tersebut, kata Endang, akan keluar paling lambat besok, Sabtu, 8 Desember 2020.
“Itu atas dasar jaminan dari Pemerintah Kota Makassar,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
