Geliat Pasar Tradisional di Tengah Pandemi, PD Pasar Makassar Raya Tetapkan Regulasi Protokol

Geliat Pasar Tradisional di Tengah Pandemi, PD Pasar Makassar Raya Tetapkan Regulasi Protokol

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan, mengatakan telah menetapkan regulasi protokol kesehatan bagi 18 pasar tradisional yang tersebar di Makassar. 

Hal itu untuk meningkatkan geliat pasar tradisional di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelum masuk pasar, wajib menggunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir, kemudian bagi pedagang membersihkan lapak dagangannya,” kata Sahar, sapaanya, di Podcast terkini.id, Kamis, 5 November 2020.

Untuk memastikan protokol tersebut berjalan dengan baik, Sahar menyebut ada penjagaan dari TNI yang melakukan pengawasan dan edukasi.

“Ada penjagaan dari TNI yang memberi edukasi, kemudian pengumuman melalui toa untuk selalu menjaga protokol saat bertransaksi,” ungkapnya.

Baca Juga

Berdasarkan pantauan di lapangan, Sahar mengungkapkan sejumlah kesulitan yang terjadi di pasar saat terjadi proses transaksi. Seperti pembayaran menggunakan uang tunai masih mendominasi. 

“Juga physical distancing-nya. Susah memang kalau pasar, karena banyak pintunya beda dengan mal,” kata dia.

Kendati begitu, ia mengatakan telah membangun koordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengimbau warganya agar menggunakan masker saat ke pasar. 

“Kita minta untuk memberi edukasi kepada warganya untuk mematuhi protokol kesehatan saat ke pasar,” ungkapnya.

Menurutnya, mengubah pikiran masyarakat secara cepat di era kenormalan baru masih  sulit. Hal itu merupakan pekerjaan jangka panjang.

Selain itu, Sahar mengatakan di tengah pandemi saat ini, pedagang tak membutuhkan banyak orang yang berkunjung ke pasar, melainkan banyak transaksi, baik melalui online maupun offline.

“Kita telah meningkatkan layanan belanja online dan offline. Ke depan kita akan kerjasama dengan cafe-cafe dan hotel. Jadi mereka tidak perlu ke pasar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19, PD Pasar telah membuat aplikasi untuk menerapkan belanja online. Hal itu untuk menghindari terjadinya kontak fisik antara pedagang dan pembeli.

“Pedagang kita menganggap kalau tidak berjualan kredit tetap jalan. Mereka mengatakan kami lebih takut kredit macet daripada corona,” ungkapnya.

Namun, penjualan melalui online atau daring belum maksimalnya lantaran hal tersebut masih baru. Selain itu, tak ada seni tawar menawar di dalam aplikasi.

“Sehingga kami juga buat pasar offline, tinggal telpon pemesannya, kami sudah siapkan agen. Driver pengantaran adalah karyawan kami,” pungkasnya.

Menurutnya, PD Pasar memberi kenyamanan dengan konsep pasar yang datang ke rumah. Hal itu salah satu upaya untuk melindungi warga pasar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.