Kok Bisa Orang yang Sudah Kena Corona Tertular Kembali?

Terkini.id, Jakarta – Kok bisa orang yang sudah kena corona tertular kembali? Seperti diketahui, orang yang sudah sembuh dari paparan virus corona atau Covid-19 bisa kembali positif virus corona. Padahal, sejatinya orang yang sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas Covid-19 memiliki antibodi yang bisa menangkal virus corona.

Kendati demikian, penyintas Covid-19 tetap bisa terinfeksi kembali dan positif tertular virus corona. Kok bisa? Berikut sejumlah penyebab penyintas Covid-19 bisa kembali positif lantaran terinfeksi virus corona.

Spesialis Penyakit Menular Pediatrik Amerika Serikat (AS), Frank Esper menjelaskan mereka yang pernah tertular atau penyintas Covid-19 masih ada kemungkinan untuk terinfeksi kembali.

Baca Juga: Pasien Langgar Aturan Pulau Karantina di Zaman Kuno: Siksaan Potong...

“Ada banyak kasus infeksi ulang akhir-akhir ini dan peristiwa ini bukan hal yang mengejutkan,” terang Esper, seperti dilansir dari kontan.co.id, Jumat 27 Agustus 2021.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), kasus infeksi ulang yang dialami para penyintas Covid-19 memang jarang terjadi tetapi hal tersebut tetap harus diantisipasi.

Baca Juga: Gakkum KLHK Kembali Tahan Tersangka Pemilik Kayu dan Pemodal Pengangkutan...

Mengapa penyintas Covid-19 atau orang yang pernah terdiagnosis Covid-19 bisa kembali terinfeksi? Menurut Esper, berikut berbagai penyebab seseorang penyintas Covid-19 bisa kembali terinfeksi Covid-19:

Kekebalan yang berkurang

Penyebab pertama infeksi ulang Covid-19 adalah penurunan kekebalan. Infeksi virus corona telah terjadi lebih dari setahun. Kekebalan dari infeksi awal itu bisa saja mulai berkurang. Bahkan, orang yang telah mendapatkan vaksin tersebut juga bisa menurun imunitasnya.

Baca Juga: Gakkum KLHK Kembali Tahan Tersangka Pemilik Kayu dan Pemodal Pengangkutan...

Melalaikan protokol kesehatan

Penyebab kedua infeksi ulang Covid-19 adalah lalai terhadap protokol kesehatan. Banyak orang mulai lalai terhadap protokol kesehatan. Mereka menganggap Covid-19 ini adalah hal biasa. Akibanya, mereka mulai meninggalkan rutinitas cuci tangan, pakai masker, dan mulai berkerumun. Padahal, hal tersebut sangat penting untuk menghindari Covid-19.

Muncul varian baru

Penyebab ketiga infeksi ulang Covid-19 adalah mutasi virus corona. Varian Covid-19 baru hasil mutasi jauh lebih menular dibandingkan gelombang pertama virus corona. Varian ini mampu mengatasi beberapa kekebalan yang telah dikembangkan orang melalui vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Apakah varian baru virus corona menjadi penyebab infeksi ulang? Banyak orang berpikir kasus infeksi ulang virus corona terhadap penyintas Covid-19 terjadi karena munculnya varian baru yang lebih menular.

Faktanya, kasus infeksi ulang tidak selamanya terjadi karena varian baru ini. Esper mengatakan virus corona tidak bermutasi sebanyak virus penyebab flu.

“Penularan varian baru ini, termasuk kemampuannya untuk menghindari sistem kekebalan dan mencegah kekebalan jangka panjang bagi orang-orang yang terinfeksi adalah salah satu alasan mengapa seseorang dapat terinfeksi kembali,” imbuh Esper.

Siapapun bisa terinfeksi Covid-19, baik orang yang sudah divaksinasi atau belum divaksinasi. Mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 atau penyintas Covid-19 juga masih berpeluang tinggi untuk mengalaminya kembali.

Oleh karena itu, kita tetap perlu menerapkan protokol kesehatan hingga pandemi ini dinyatakan selesai. Kendati orang yang sudah mendapatkan vaksin masih bisa terinfeksi Covid-19, tetapi risikonya jauh lebih kecil ketimbang orang yang tidak divaksinasi.

Data menunjukan, kemungkinan orang yang mendapatk vaksin untuk terinfeksi Covid-19 hanya 0,005 persen.

Oleh karena itu, sebaiknya kita tetap melakukan vaksinasi. Apalagi, vaksin Covid-19 sata ini tersedia gratis. Selain itu, hampir semua kasus infeksi Covid-19 lebih banyak terjadi pada orang yang belum mendapatkan vaksin.

Pasalnya, orang yang belum mendapatkan vaksin hampir tiga kali lipat risikonya untuk terinfeksi Covid-19. Itulah macam-macam penyebab infeksi ulang Covid-19.

Oleh karena itu, selalu berdisiplinlah menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Bagikan