Komentari Pernyataan UAS Soal Tiup Terompet, Budiman Sudjatmiko: Sunat Juga Tradisi Yahudi

Komentari Pernyataan UAS Soal Tiup Terompet, Budiman Sudjatmiko: Sunat Juga Tradisi Yahudi

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko mengomentari soal pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyebut tiup terompet di tahun baru masehi bukan tradisi agama Islam.

Lewat cuitannya di Twitter Budimandjatmiko, Senin 21 Desember 2020, Budiman Sudjatmiko membandingkan pernyataan UAS tersebut dengan sejumlah tradisi Islam lainnya.

Menurutnya, tradisi Islam seperti menabuh bedug di perayaan hari raya umat muslim juga berasal dari tradisi agama lain.

“Bedug yang ditabuh itu juga tradisi Buddhisme & agama-agama timur lainnya,” cuit Budiman Sudjatmiko.

Ia pun mengungkapkan bahwa tradisi perayaan Tahun Baru bagi penganut agama Yahudi bukan 1 Januari.

Baca Juga

“BTW Tahun Baru Yahudi itu bukan 1 Januari. Mereka punya senfiri, namanya Rosh Hashanah,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Budiman, tradisi umat muslim lainnya yakni sunat dan tidak makan babi juga merupakan budaya kaum Yahudi.

“Oh ya sunat itu juga tradisi Yahudi. Juga tak makan daging babi,” ujar Budiman Sudjatmiko.

Dalam cuitannya itu, Budiman Sudjatmiko juga membagikan link artikel pemberitaan yang dimuat situs Hops.id berjudul “Tegas larang umat Islam rayakan tahun baru, UAS: Terompet tradisi Yahudi” yang tayang pada 20 Desember 2020.

Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan bahwa Ustadz Abdul Somad lewat tayangan videonya di kanal Youtube Dakwah Cyber, menegaskan bahwa meniup terompet di tahun baru merupakan tradisi Yahudi.

UAS dalam video itu mengungkapkan bahwa perayaan tahun baru masehi bukan tradisi Islam. Sehingga, dirinya menyarankan umat muslim untuk tak merayakannya.

“Maka tiuplah terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru dalam tradisi Yahudi di perjanjian lama. Itu ditiuplah terompet dari tanduk kepala kerbau. Maka, jangan kasih anak-anak kita meniup terompet,” kata Ustadz Abdul Somad.

Dalam isi artikel pemberitaan yang dibagikan Budiman Sudjatmiko tersebut, UAS juga menyarankan agar malam pergantian tahun diisi oleh umat Islam dengan menggelar tabligh akbar dan mengundang pendakwah.

“Tanggal 31 Desember, malam tahun baru, masjid buat tablig akbar. Undang pendakwah. Jam 10 hingga jam 11 malam, muhasabah. Jam 12 hingga jam 1 pagi. Terus, terus,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.