Tak Terima Disebut Penceramah Level Nasional, UAS: Saya Ustaz Internasional

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah kondang, Ustadz Abdul Somad atau akrab disapa UAS tampak tak terima jika dirinya disebut sebagai penceramah level nasional. Ia pun mengklaim sebagai ustaz internasional.

Pernyataan UAS yang tampak tak terima disebut sebagai penceramah level nasional itu ia sampaikan lewat sebuah videonya yang tayang di kanal YouTube Para Bilal, seperti dilihat pada Sabtu 21 Mei 2022.

Dalam video singkat berjudul ‘Ustadz Internasional – Ustadz Abdul Somad’ itu, tampak UAS awalnya menanggapi ucapan Ustaz Abdul Yasin yang menyebut dirinya ustaz nasional.

Baca Juga: Musni Umar: UAS kalau ke Berbagai Daerah Disambut Bagaikan Presiden

Ia pun mengatakan, anggapan yang menyebut dirinya sebagai ustaz nasional itu perlu untuk diluruskan.

“Ada yang perlu saya luruskan ini tadi Ustaz Abdul Yasin, Ustaz Somad, ustaz nasional terus pak wali juga mengatakan ustaz nasional, ini harus diluruskan,” ujar UAS.

Baca Juga: Bendahara PBNU Mardani Maming Jadi Tersangka KPK, Netizen: Terkuak Kenapa...

UAS pun lantas membeberkan bahwa dirinya sudah pernah ceramah di sejumlah negara seperti Australia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Bahkan, kata Ustadz Abdul Somad, saat di Brunei Darussalam ia ceramah di hadapan 4 menteri di negara itu.

Oleh karenanya, menurut UAS, anggapan yang menyebutnya sebagai ustaz level nasional itu perlu diperbaiki.

Baca Juga: Bendahara PBNU Mardani Maming Jadi Tersangka KPK, Netizen: Terkuak Kenapa...

“Saya ceramah ke Melbourne, Sidney (Australia), Trengganu, Kelantan, Penang (Malaysia), Brunai Darussalam, 4 menteri di hadapan saya di Brunai Darussalam jadi kata nasional ini harus diperbaiki,” ungkapnya.

Lebih lanjut, UAS kemudian mengklaim dirinya sebagai penceramah internasional dan bukan ustaz asal-asalan alias kaleng-kaleng.

“Saya ini ustaz internasional jangan kalian pikir tegak ini ustaz kaleng-kaleng ini,” ucap Abdul Somad.

Kendati mengaku sebagai ustaz internasional dan bukan penceramah level nasional, UAS menegaskan hal itu tidak berarti ia merasa sombong.

“Mau sombong kali, bukan sombong kita. Sombong itu tak boleh tak masuk surga. Siapa yang dalam hatinya ada sombong sebesar biji sawi tak masuk surga tapi sombong kepada orang yang sombong sodaqoh,” ujarnya.

Bagikan