UAS Endorse Behel Meski Sempat Kecam Gunakan Behel, Netizen: Pamer Kemunafikan Tetap Banyak yang Sembah

UAS Endorse Behel Meski Sempat Kecam Gunakan Behel, Netizen: Pamer Kemunafikan Tetap Banyak yang Sembah

R
Ainur Roofiqi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali menjadi sorotan netizen akibat meng-endorse salah satu produk kawat gigi atau behel. 

Seorang netizen bernama akun @Paltiwest turut mengomentari UAS yang endorse behel

Komentar tersebut dituliskan melalui akun Twitter @Paltiwest dan diunggah pada Kamis 16 Juni 2022. 

Akun netizen @Paltiwest menyebutkan bahwa untuk melhat contoh kemunafikan yang dipuja-puja tidak perlu untuk membaca kitab suci. 

“Tidak perlu baca kitab suci untuk melihat contoh kemunafikan yang terus dipuja-puja,” tulis akun Paltiwest. 

Baca Juga

Menurutnya, UAS merupakan penceramah yang munafik karena rela dibayar untuk endorse behel

Tindakan UAS yang endorse behel, kata netizen tersebut, merupakan contoh kemunafikan jaman kini. 

“Kemunafikan UAS karena dia dibayar endorse behel adalah contoh jaman kekinian,” ujarnya. 

Selain itu, netizen tersebut mengaku heran terhadap penceramah agama seperti UAS. 

Pasalnya, meskipun UAS pamer kemunafikan di publik, kata akun Paltiwest, tetap banyak yang menyembah dirinya. 

“Dan penceramah model UAS ini pamer kemunafikan begini pun tetap aja banyak yang nyembah,” ungkapnya. 

Dalam unggahannya, akun netizen tersebut juga mengunggah dua gambar tangkapan layar. 

Gambar pertama menyebutkan UAS endorse behel biru di media sosial. 

Adapun gambar kedua menyebutkan bahwa UAS memperingatkan publik untuk menggunakan kawat gigi karena bisa dilaknat.

UAS Endorse Behel Meski Sempat Kecam Gunakan Behel, Netizen: Pamer Kemunafikan Tetap Banyak yang Sembah
(Twitter/Paltiwest)

Sementara itu, UAS pernah memberikan penjelasan mengenai hukum menggunakan behel saat ditanya jamaahnya. 

Dilansir dari Pikiran Rakyat, UAS mengatakan hukum menggunakan behel untuk alasan kesehatan diperbolehkan. 

Namun, kata Ustadz AbdulSomad lagi, mengubah sesuatu yang sudah baik semata-mata demi kesenangan atau alasan estetika, hal itu dilarang.

“Mengubah sesuatu yang tidak layak menjadi layak, boleh,” ucap UAS.

Selain untuk alasan kesehatan gigi, seringkali menggunakan kawat gigi atau disebut behel digunakan karena bagian dari fashion karena terdapat berbagai macam warna dan bentuk.

“Tapi jika untuk gaya-gaya saja, hari senin pink, selasa hijau, ini mubazir perbuatan setan,” ujar UAS lagi.

UAS menjelaskan bahwa ada lima hal yang dilarang untuk dilakukan perubahan. Hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah Ibnu Mas’ud, menjelakan hal itu.

“Allah melaknat orang yang membuat tatto, yang meminta dibuatkan tatto, mencabut alis, yang meminta dikerok alis, menjarangkan gigi, untuk mengubah penampilan yang diciptakan Allah,”  ucap UAS menjelaskan teks hadits.

Berdasarkan hadis tersebut, UAS juga menjelaskan bahwa, fenomena banyaknya orang yang melakukan operasi plastik dan perawatan untuk mengubah diri demi berpenampilan cantik merupakan perbuatan haram.

Bahkan orang-orang yang melakukan operasi plastik selalu merasa diri tidak puas dengan penampilannya hingga ingin terus mengubah bentuk tubuh dan wajahnya.

Ia menyebutkan hal tersebut merupakan perbuatan setan yang dalam Al-quran telah disebutkan menyesatkan dan membuat manusia berhalusinasi.

Sehingga orang yang melakukan operasi plastik merasa diri cantik, padahal kadang terlihat menyeramkan.

“Hai yang asik dibuat setan operasi plastik, sesungguhnya kau saja yang merasa cantik padahal orang yang melihat merasa ngeri,” ucapnya disambut tertawa jamaah.

UAS berpesan kepada jamaah untuk berhenti untuk merasa ingin mengubah bentuk tubuh karena hal itu merupakan godaan setan.

“Berhentilah, tidak usah diperturutkan ajakan setan,” ujar UAS tegas.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.