Komite Pedagang Pasar Dukung Budi Waseso Jadi Tokoh Favorit Indonesia Award 2019

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Jakarta – Komite Pedagang Pasar (KPP) mendukung Budi Waseso Jadi Tokoh Favorit Indonesia Award 2019 dan langkah Konkrit Dirut Bulog Budi Waseso yang akan membongkar mafia beras Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT).

“Kami sangat mendukung Budi Waseso Jadi Tokoh Favorit Indonesia Award 2019 dengan cara mengajak pedagang dan masyarakat untuk klik Like/Love di media sosial @officialiNews di Facebook, @officialiNewsTV di Instagram dan @officialiNewsTV di Twitter Beserta langkah yang dilakukan oleh Pak Buwas membongkar mafia beras BPNT. Hal itu dilakukan agar tidak ada permainan yang merugikan bulog dan masyarakat penerima BPNT,” kata Abdul Rosyid Arsyad Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP).

Rosyid menilai dengan ketegasan yang dimiliki oleh Pak Buwas dan pernah di Kepolisian, para mafia tersebut tentunya akan enggan bermain dengan beras BPNT yang memang diperuntukan untuk rakyat Miskin.

“Mafia ini memang sudah keterlaluan, BPNT untuk masyarakat tak mampu saja masih dipermainkan. Disini perlu ketegasan pak Buwas yang pernah di Kepolisian untuk menumpas mafia-mafia itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rosyid berharap pedagang pasar juga mendukung Budi Waseso terpilih menjadi favorit Indonesia Award 2019.

Diketahui sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengancam akan membongkar praktik penipuan dan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku penyalur Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT. Kejahatan yang dilakukan yaitu memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan jumlah yang tidak sesuai.

“Saya ini mantan polisi, jadi jangan dipakai main-main, saya akan buktikan kejahatan-kejahatan selama ini,” kata Budi Waseso usai mengikuti Rapat Koordinasi Pangan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

BPNT sejatinya merupakan bantuan sosial pangan dalam bentuk non-tunai kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) mampu melalui sistem pembayaran elektronik. Selama ini, bantuan diberikan dalam bentuk Rastra atau Beras Sejahtera. Mulai Juni 2019, penyalurannya berubah dari Rasta menjadi Kartu BPNT.

Dalam skema Rastra, KPM ini mendapatkan beras berkualitas medium sebanyak 10 kilogram per bulan, tanpa biaya. Sementara lewat BPNT, setiap KPM mendapat bantuan Rp 110 ribu per bulan. Tidak hanya diambil tunai, uang ini juga bisa untuk membeli beras dan telur, melalui Kartu BPNT.

Di sinilah titik kecurangan yang disampaikan Budi Waseso terjadi. “beras yang diberikan tidak sesuai, yang digesek uang hanya senilai di di bawah 110 ribu, saya tahu semua,” kata mantan Kepala Bareskrim Polri ini.

Komentar

Rekomendasi

Kapal Latih SMKN 3 Kemaritiman Selayar Kembali Berlabu Normal Di Darmaga Pattumbukang, Kabupaten Selayar

H Ali Yafid Puji Adaptasi Para Kasi di Kementerian Agama Kab. Bulukumba

Dirjen PHU Kemenag RI : Masuk Gedung Ini, Keluar Sudah Punya Nomor Porsi

Kakanwil Kemenag Sulsel Harap Gedung Layanan Haji dan Umrah Wajo Dimanfaatkan Maksimal Layani Umat

Bangga Jadi Yang Pertama di Sulsel, Ini Kata Bupati Wajo Ke Dirjen PHU Kemenag

Heboh, ‘Buaya Berkalung Ban Motor Bekas’ Tak Ketemu, Kini Hadir ‘Roti Buaya Berkalung Ban’ di Palu

Sulawesi Education dan Techno Expo 2020, Stand Pameran UIN Alauddin Ramai Dikunjungi Siswa

Tanamkan Rasa Peduli Pada Siswa, SIT Al-Hikmah Maros Hadirkan Da’i Cilik Palestina

Kepala BPTH Wilayah II Beri Materi Kebijakan Pemerintah Mengendalikan Mutu Bibit Tanaman Hutan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar