Terkini.id — Bank Indonesia meyakini ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2026 akan mencapai pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun ini.
Lapangan usaha yang menjadi penopang, masih akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu pertanian, perdagangan, konstruksi, industri pengolahan, dan informasi komunikasi.
Kelima lapangan usaha tersebut pun disarankan harus diprioritaskan untuk dikembangkan pada 2026.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Wahyu Purnama mengatakan pengembangan lapangan usaha tersebut mesti sejalan dengan semangat hilirisasi.
Baginya, hilirisasi tetap menjadi kunci dalam pengembangan semua sektor di Sulsel, utamanya pertanian, agar terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi yang terarah.
- Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Business Plan pada UMKM Wanita Mandiri 'Ogie' - BUMDesa Ana Ogie
- Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal Besok
- Meriahkan HUT ke-81 RI, Disdikbud Jeneponto Gelar Lomba Antar Bidang, Dari Joget Balon Hingga Lari Sarung
- Dinkes Sulsel Jadi Pemateri Orientasi Kader Posyandu Tentang Implementasi Pencatatan dan Pelaporan di Jeneponto
- Breaking News: Husniah Talenrang Kembali Diperiksa di Polda Sulsel
“Lima lapangan usaha harus diprioritaskan untuk dikembangkan, tapi kuncinya tetap hilirisasi. Semua sub sektor harus memiliki industrinya sendiri yang mampu mengelola produk turunan. Hilirisasi sangat dibutuhkan di Sulsel mengingat produk pertaniannya yang melimpah,” ucapnya dalam gelaran Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 di Makassar, Senin, 8 Desember 2025.
Wahyu menjelaskan lapangan usaha pertanian masih menjadi pemeran utama dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel atau menyumbang 35,47%. Meskipun saat ini pertanian mendapat banyak tantangan.
Pertanian Sulsel tengah menghadapi produktivitas lahan yang rendah, alih fungsi dan pemanfaatan lahan tidak optimal. Ditambah lagi terjadi penurunan jumlah petani yang disebabkan rendahnya insentif.
Oleh sebab itu tahun depan perlu adanya perluasan jaringan irigasi teknis dan modernisasi irigasi existing, serta mekanisasi peralatan pertanian dan penerapan good agricultural practices GAP guna mendorong produktivitas dan indeks pertanaman.
Kemudian butuh penerapan tata ruang lahan pertanian dan pemanfaatan lahan tidur serta pemberian insentif bagi petani dan mengembangkan pendidikan petani milenial untuk menarik generasi muda.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
