Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Abu Janda melontarkan kritik keras terhadap sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian hingga meninggal dunia.
Lewat unggahannya di Instagram Permadiaktivis2, Selasa 8 Desember 2020, Abu Janda menilai sikap Komnas HAM yang memutuskan akan mengusut dan menyelidiki peristiwa tersebut berbeda halnya saat kasus pembantaian di Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, saat pembantaian umat minioritas di Sigi oleh teroris, Komnas HAM malah diam dan tidak turun tangan.
“Teroris matiin orang komnas.ham diam. Aparat matiin Teroris komnas.ham sibuk,” tulis Abu Janda menandai Instagram Komnas HAM.
Ia pun menilai bahwa Komnas HAM saat ini bukan lagi memperjuangkan hak asasi manusia, melainkan hak asasi teroris.
- Perambahan Hutan di Kawasan PPKH, Gakkum Imbau Laporkan untuk Diproses Hukum
- Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional
- Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
“Komnas HAT kali ya? Hak Azazi Teroris?” tulisnya lagi.
Dalam unggahannya itu, pria bernama lengkap Permadi Arya ini juga membagikan sebuah poster yang menyebut Komnas HAM diam saat terjadinya pembantaian di Sigi.
Selain soal pembantaian di Sigi, Abu Janda juga menilai Komnas HAM diam saat rumah ibu Mahfud MD hendak ingin dibakar FPI.
“Umat minioritas dibantai teroris di Sigi, Komnas HAM diam. Rumah ibu Mahfud MD mau dibakar FPI, Komnas HAM diam. 6 teroris penembak aparat ditewaskan, Komnas HAM sibuk,” tulisnya dalam isi poster tersebut.
Sebelumnya, Komnas HAM lewat pernyataannya di Twitter, Selasa 8 Desember 2020, mengungkapkan akan membentuk tim pemantauan dan penyelidikan kasus penembakan anggota FPI.
Saat ini, tim itu sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik.
“Tim juga sedang mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta dari pihak langsung. Termasuk, menggali keterangan dari FPI secara langsung yang saat ini sedang berlangsung,” cuit Komnas HAM.
Untuk memperkuat pengungkapan peristiwa tersebut, Komnas HAM berharap semua pihak bisa bekerja sama dan terbuka.
“Harapan ini juga kami sampaikan kepada pihak kepolisian. Proses awal ini telah diperoleh beberapa keterangan secara langsung dan sedang dilakukan pendalaman,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
