Terkini.id, Jakarta – Seorang pengamat internasional Hasmi Bakhtiar belum lama ini tengah mengungkapkan soal tentara Rusia terus menghajar Ukraina agar Presiden Volodymyr Zelensky menyerah.
Hal tersebut disampaikan Hasmi Baktiar melalui sebuah akun media sosial Twitter @hasmibakhtiar.
Melalui sebuah cuitannya, Hasmi Bakhtiar tampak mengungkapkan bantuan senjata di perbatasan dengan Polandia ditambah pasukan darat putin
“Tapi melihat bantuan senjata masuk dengan begitu bebas di perbatasan dengan Polandia ditambah pasukan darat Putin payah, jalan ceritanya bisa jadi berbalik,” ujarnya.
Menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin berharap invasi Rusia ke Ukraina berjalan mulus seperti saat Amerika Serikat (AS) menyerbu wilayah Irak.
“Putin boleh saja bermimpi akan spt Amrik di Irak, cuma medan Ukraina yang luasnya dua kali lipat Irak ditambah perbatasan dengan Polandia yang menganga lebar sepanjang 500km lebih itu bisa bikin mimpi Putin jadi mimpi buruk,” ujarnya.
Sementara itu, Serangan ke Ukraina, Rusia menderita kerugian cukup besar. Kantor kepresidenan Rusia mengakui ekonominya menerima pukulan serius. Dikutip dari Galamedia. Kamis, 3 Maret 2022.
Sebab, sanksi dari berbagai negara semakin meningkat, menambah tekanan pada sistem keuangan Rusia yang sedang goyah.
Sedikitnya Apple, ExxonMobil, Ford, Boeing dan Airbus bergabung ke dalam daftar perusahaan yang menutup atau menghentikan sementara operasinya di Rusia.
Itu dilakukan sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina
Cabang bank terbesar Rusia di Eropa pun kolaps setelah kehabisan simpanan. Rubel pum kian melemah terhadap dolar AS.
“Ekonomi Rusia mengalami pukulan serius,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Lanjut “Tapi ada batas keamanan tertentu, ada potensi, ada beberapa rencana, pekerjaan sedang berlangsung,” sambungnya.
Peskov menanggapi pertanyaan tentang pernyataan Presiden AS Joe Biden dalam pidato kenegaraannya bahwa ekonomi Rusia telah terguncang akibat sanksi Barat.
Sberbank, pemberi pinjaman terbesar Rusia, mengatakan bahwa pihaknya keluar dari Eropa dengan pengecualian Swiss, setelah regulator perbankan di Austria memaksa penutupan anak perusahaan Uni Eropa yang berbasis di Wina.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
