Terkini.id, Makassar – Pengadaan 153 Kontainer Makassar Recover di Kota Makassar menemui sejumlah kendala, mulai dari masalah administrasi lahan, lurah yang malas, hingga penempatan kontainer yang salah.
Sekretaris Daerah Kota Makassar Muh Ansar menyebut baru dua kontainer yang bisa beroperasi melakukan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan. Sisanya, tersandung persoalan administrasi lahan.
“Saya bilang perbaiki dulu administrasi. Yang rampung betul-betul baru dua, itu yang kemarin yang uji coba di Kecamatan Mamajang,” kata Muh Ansar, Selasa, 14 September 2021.
Dia mengatakan persoalan pembangunan fisik bukan perkara sulit. Kelurahan justru kesulitan merampungkan persoalan administrasi termasuk di antaranya masalah lahan, seperti di Kecamatan Tallo.
“Di kecamatan Tallo ada itu kelurahan, kita komunikasikan lahannya itu dengan pihak tol. Akhirnya kita gunakan karena memang dari pihak tol di lerengnya itu memang kosong. Mereka yang punya otoritas, makanya saya komunikasi, akhirnya bisa,” ujarnya.
- Wali Kota Danny Pomanto Revitalisasi Kontainer Makassar Recover Jadi 'Konter'
- Kontainer Makassar Recover Berganti Wujud Menjadi Konter Terpadu
- Gelar Pasar Murah di Kontainer Makassar Recover, Pemkot Target Angka Inflasi Turun
- Tekan Angka Inflasi, Pemkot Makassar Siapkan Kontainer Makassar Recover Jadi Lapak Pasar Murah
- Balitbangda Sebut Kontainer Makassar Recover Beri Manfaat Besar Bagi Warga
Selain itu, Ansar mengakui beberapa lurah tidak begitu mengerti terkait persoalan ini, sehingga progresnya berjalan lamban.
“Semangatnya besar. Kasian kalau saya menekan itu. Apa artinya ini selesai tapi secara administrasi itu tidak selesai karena mereka tidak seragam pemahamannya,” lanjutnya.
Ansar mengatakan telah memberikan mandat ke Dinas PU membantu merampungkan persoalan fisik. Sementara untuk administrasi diselesaikan oleh ULP.
Terpisah Camat Rappocini Syahruddin mengaku telah merampungkan keseluruhan kontainer di 11 kelurahan wilayahnya.
“Sudah semua 11 kelurahan,” ungkapnya.
Dia mengaku seluruh kelurahan dalam hal ini Koordinator Lapangan dan Koordinator Lurah telah menyediakan tempat untuk kontainer sehingga pihaknya tidak begitu terkendala.
“Siap (lahannya) sudah disepakati semua lurah Koordinator Lurah dan Koordinator Lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan soal belum berfungsinya kontainer Makassar Recover sebagai pusat kesehatan di kelurahan.
Danny mengatakan fasilitas itu akan mulai beroperasi setelah kontainer rampung di 153 kelurahan. Namun, program yang telah di susun sejak bulan April 2021 ini, masih terkendala beberapa masalah.
Seperti masih banyak lurah yang salah menempatkan kontainer. Salah satunya terjadi di Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, yang menebang pohon untuk menyimpan kontainer.
Menurutnya, lurah tersebut malas mencari tempat sehingga mencari jalan pintas dengan menebang pohon secara serampangan.
“Setelah mereka (lurah) bergerak, salah lagi karena mereka malah merusak lingkungan, pedestrian dipakai, kawasan hijau dipakai,” ujar Danny.
“Apa yang saya tangkap dari ini? inilah kualitas lurah-lurah kita. Saya kira agak sulit rasanya mereka bisa bertugas, karena tidak sesuai daripada profesionalisme lurah yang saya bayangkan,” sambungnya kemudian.
Ia telah memerintahkan kepada camat dan sekertaris kota untuk menyempurnakan posko kelurahan tersebut.
“Sudah saya perintahkan camat untuk sempurnakan ini barang-barang, sama pak Sekda,” katanya.
Danny mengatakan tugas para lurah bukan hanya sekadar menyiapkan kontainer saja. Namun, bagaimana mengoperasikan kontainer tersebut sebagai posko kelurahan.
“Itukan harus didaftar, harus ada akunnya, harus ada laporannya, harus ada kegiatannya. Kita bukan hanya bikin kontainer, kita bikin posko,” tegasnya.
“Kalau hanya bikin kontainer sudah selesai itu, tapi ini kita bikin posko, fungsinya untuk memonitor kesehatan warga,” terangnya
Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan anggaran sekitar 100 juta per unit pengadaan kontainer Makassar Recover pada 153 kelurahan. Anggaran tersebut menggunakan dana kelurahan.
“Kisarannya itu sekitar Rp100 juta per kontainer, itu sudah semua, tapi nanti dilihat pertanggungjawabannya seperti apa, bisa jadi kurang atau lebih dari itu,” kata dia.
Kendati kontainer tersebut sudah terlihat di beberapa kelurahan, antara lain, Kelurahan Bonto Bireng, Mattoanging, Maricaya, Tidung, Sambung Jawa, Kelurahan Mamajang Luar, hingga Kelurahan Mangasa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
