Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto meninjau Lorong Wisata (Longwis) Sydney (Citra Karya) di lBTN Citra Tello Permai, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakukang Senin, 3 Oktober 2022.
Longwis Sydney yang terbentang di bantaran sungai Tallo menyajikan wisata kuliner apung dengan sajian ikan segar sebagai menu utama dari nelayan setempat
Tidak hanya itu, Longwis Sydney ini dikembangkan berbagai jenis tanaman oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Tallo Baru, diantarannya Padi, Bawang, Cabai, dan Sawi.
Danny mengatakan sejauh ini ada 195 Longwis dan ada 14 yang sudah memiliki konten.
“14 Lorong Wisata ini saya akan tes, apakah semua SKPD masuk di sini atau tidak, itu menjadi penilaian saya dan itu akan saya evaluasi,” kata Danny.
- Tinjau Lokasi Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Kawal Langsung Pemulihan 19 KK Terdampak
- Kunjungi Korban Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
- Wali Kota Makassar Dorong Integrasi Informasi Cuaca Maritim BMKG ke Superapps Lontara Plus
- Munafri Terima Kakanwil Baru BPJS Ketenagakerjaan, Bahas Penguatan Perlindungan Pekerja Rentan
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Ihwal proyeksi dampak inflasi tahun depan yang akan mengalami peningkatan, Danny menyebut bahwa itulah mengapa dirinya gencar mengembangkan Longwis, dengan membentuk badan usaha orong dan budi daya tanaman bagi warga.
“Mereka tidak akan belanja di pasar lagi, warga tinggal ambil di sini saja tanamannya, jadi resesi itu akibat inflasi. Inflasi itu terjadi jika kebutuhan tidak terpenuhi, jika terpenuhi jelas inflasi tidak ada,” jelasnya.
Sebab itu, kata Danny, ia mempercepat pengembangan Longwis, karena dampak resesi sudah mulai di Eropa hingga Amerika.
“Makassar harus siap dan Lorong Wisata jawabannya, itu tanggung jawab saya melakukan kemandirian ekonomi rakyat melalui Lorong Wisata,” tuturnya.
Camat Panakukang Andi Pangeran Nur Akbar menuturkan dengan adanya Lorong Wisata warga tidak terpengaruh dengan adanya kenaikan harga.
“Di sini ada area kebun yang dikelola oleh kelompok wanita tani, jadi setelah ada hasil kebunnya secara proporsional akan dibagikan kepada masing – masing warga, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
