Terkini.id, Jakarta – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sedang mengupayakan menaikkan gaji Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di negara penempatan Korea Selatan (Korsel).
Sekertaris Utama BP2MI Rinardi mengatakan, bahwa pihaknya sedang mengusulkan kepada pihak penerima atau perusahaan tempat PMI bekerja di Korsel.
Hal tersebut disampaikan merespon hasil kunjungan Kepala BP2MI Benny Rhamdani kepada PMI yang berangkat melalui skema Private to Private (P to P) ke Korsel yang bekerja di perusahaan Hyundai.
“Pasti kita akan usahakan (menaikkan gaji PMI), rombongan BP2MI yang dipimpin kepala badan Pak Benny menemui para PMI di Korsel,” kata Rinardi kepada wartawan usai melepas 44 PMI dalam sektor manufaktur dan fishing ke Korea Selatan, di hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2023.
Kendati begitu, lanjut Rinardi, gaji PMI akan mengikuti besaran upah yang ditentukan di negara tempat pahlawan devisa itu bekerja seperti di Korsel dan Jerman serta beberapa negara lainnya.
- Dikomandoi Benny Rhamdani, BP2MI Terus Raih Prestasi, Giliran Ombudsman Beri Predikat Zona Hijau
- Benny Rhamdani Minta Sri Mulyani Tak Menunggu Aturan Relaksasi Pajak untuk Mengeluarkan 120 Barang PMI
- Pecah Rekor, 13 Ribu Orang Pekerja Migran Indonesia Berangkat ke Korea Selatan
- Bantah Tudingan Yustinus Prastowo, Kepala BP2MI: Mana Mungkin Saya Memobilisasi PMI Agar Benci Pemerintah
- Soal Bantuan Sosial Rp150.000.000 untuk PMI Beredar di Medsos, BP2MI: Hoaks dan Tak Benar
“Kalau namanya gaji di negara penempatan, artinya adalah mengikuti ketentuan yang ada di negara itu, mereka punya minimum salary, kalau istilah di Indonesia ada UMP atau UMR. Dan mereka pun ada, ini yang kita upayakan jika gaji PMI tidak sesuai dengan di negara mereka bekerja,” ucap dia.
Selain itu, Rinardi mengungkapkan bahwa rombongan BP2MI melakukan kunjungan kepada PMI yang ada di dua negara yaitu Jepang dan Korsel selama 7 hari. Hal tersebut untuk menyerap aspirasi PMI. Sebelumnya, kunjungan tersebut juga dilakukan Kepala BP2MI kepada PMI yang bekerja di Taiwan.
“Kunjungan ini dilakukan untuk menyerap aspirasi, keluhan PMI yang tidak tersampaikan kepada kami, ini dilakukan Pak Benny ke semua pelosok negara tempat PMI, setelah kunjungan ini Pak Benny langsung rapat pimpinan (rapim) bersama pimpinan, Pak Benny langsung memerintahkan kami, untuk mengirim surat ke mana-mana, meminta perbaiki kebijakan untuk PMI,” ujar dia.
“Jadi kunjungan ini selama 7 hari, tujuannya sama bahwa ke dua negara ini ada skama Government to Government, ada beberapa sektor, tapi bisa dipastikan bahwa semua permasalahan yang terjadi pada saat mereka berangkat, saat berada di sana sampai kembali ke tanah air, semua permasalahan itu akan disampaikan kepada pihak pemegang pemangku kepentingan,” tutur dia.
Sebelumnya, Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan beberapa petinggi lembaga itu melakukan kunjungan ke Korea Selatan (Korsel) untuk menyerap aspirasi PMI.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
