Korban Pelecehan Seks di Irak Lebih Banyak Laki-laki Dibanding Perempuan

Pelecehan Seks
Ilustrasi

Terkini.id – Sebuah survei yang dilakukan sebuah media internasional ternama, BBC, terhadap dunia Arab, menunjukkan hasil yang tidak diduga sebelumnya.

Di Irak, tercatat lebih banyak pria yang mnjadi korban pelecehan seksual dibandingkan perempuan.

BBC misalnya membeber seorang korban yakni Sami (bukan nama sebenarnya), 13 tahun.

Sami, berada di sebuah kamar kecil sekolah saat tiga anak laki-laki yang lebih tua memojokkannya ke dinding.

Mereka menyentuh dan meraba tubuhnya. Pada mulanya Sami terdiam, badannya terasa lumpuh karena kaget. Baru beberapa saat kemudian dia dapat bersuara.

“Saya mulai berteriak,” ceritanya.

Kegaduhan tersebut membuat anak-anak lain memanggil kepala sekolah. Anak-anak itu dikeluarkan, tetapi orang tua mereka tidak diberitahu alasannya.

Sami (bukan nama sebenarnya) dipanggil ke ruang kepala sekolah. Dia diberitahu sekolah memperlakukan kejadian ini sebagai tindakan seksual suka sama suka dan dia beruntung tidak dikeluarkan.

Sami memutuskan tidak memberitahu keluarganya. Dia mulai menarik diri dan nyaris tidak berkomunikasi dengan siapapun selama berbulan-bulan.

Kasus lainnya, pada tahun 2007, satu tahun lebih setelah ayahnya meninggal, Sami (15 tahun, bukan nama sebenarnya) keluarganya mengalami kesulitan karena tidak ada lagi pencari naflkah utama.

Sami pun harus keluar rumah dan mencari uang. Dia kemudian mendapatkan pekerjaan di toko di pasar setempat.

Suatu hari pemilik toko menyerang Sami. Dia berusaha mencium dan merabanya. Sami segera memukul kepala pria tersebut dengan botol kaca dan melarikan diri.

Kasus lainnya, Ibu dan saudara kandungnya sedang tidak di rumah ketika sepupunya berkunjung. Saat duduk di sebelah Sami (bukan nama sebenarnya) mengeluarkan telepon genggam dan memperlihatkan foto porno. Sepupunya kemudian memperkosanya.

Serangan ini begitu menyakitkan sehingga dia tidak dapat membicarakannya dan membuatnya sering mimpi buruk.

Sami tidak lagi bisa tinggal di rumah keluarga. Mereka sekeluarga kemudian pindah ke Baghdad dan bekerja di kota itu.

Secara bertahap Sami mulai mempercayai teman-teman barunya dan memutuskan tidak akan membebaninya dirinya dengan pengalaman buruk masa lalu.

Dia berbagi cerita dengan sekelompok kecil teman dekat. Ternyata dia bukanlah satu-satunya remaja pria yang mengalami serangan seksual.

Perempuan Tidak Melaporkan Pelecehan Seksual?

Survei untuk BBC News Arabic pada 10 negara dan wilayah Palestina menemukan di dua negara – Tunisia dan Irak – lebih banyak pria dibandingkan perempuan yang mengalami pelecehan seksual fisik dan melalui kata-kata.

Di Irak ditemukan 39% pria mengatakan mengalami pelecehan seksual dengan kata-kata dibandingkan dengan 33% perempuan. Dan 20% pria Irak mengaku mengalami kekerasan seksual fisik, sementara jumlah perempuan yang mengalaminya sebesar 17%.

Dr Kathrin Thomas, peneliti Arab Barometer, yang melakukan survei, memperingatkan perempuan korban pelecehan seksual kemungkinan memilih untuk tetap berdiam diri.

“Orang cenderung untuk kurang melaporkan pelecehan, karena kemungkinan hal ini memalukan dan tidak nyaman, atau berakibat negatif. Perempuan lebih cenderung untuk tidak terlalu melaporkan pelecehan,” katanya.

Kehidupan Sami membaik di Baghdad. Human Rights Watch juga mengetahui adanya kekerasan seksual terhadap laki-laki gay dan perempuan trans di Irak – meskipun sering kali hal ini tidak dilaporkan ke polisi.

“Gay dan pria trans terus mengalami pelecehan seksual di Irak. Orang-orang yang terlihat dan terdengar lebih ‘feminin’ sering kali menjadi korban kekerasan seksual,” kata Amir Ashour, pendiri IraQueer – LSM Swedia yang memusatkan perhatian pada LGBT di Irak.

Jajak Pendapat BBC

Lebih dari 25 ribu orang ditanyai di 10 negara Timur Tengah dan Afrika Utara – Aljazair, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Maroko, Sudan, Tunisia, dan Yaman – serta Wilayah Palestina.

Ini adalah survei terbesar di kawasan terkait dengan jumlah orang yang diwawancara, jumlah negara dengan pertanyaan mendalam.

Dilakukan Arab Barometer, jaringan penelitian di Princeton University, Amerika Serikat.

Tetapi juru bicara polisi Irak mengatakan,” Pintu kami terbuka untuk semua warga. Pelecehan seksual ditindak karena laporan para korban.”

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa strategi baru telah diterapkan pada tahun 2003, sejalan dengan pemahaman baru negara terkait dengan hak asasi manusia, sementara petugas khusus telah direkrut untuk menangani kasus-kasus ini.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

Pamor Danny Pomanto Dinilai Semakin Lemah

Terkini.id -- Pamor mantan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) dinilai semakin lemah dan tidak lagi menjadi pemain dominan di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar