Terkini.id – Korea Selatan(Korse) juga alami fenomena panic buying. Tapi yang terjadi di Korea Selatan berbeda, fenomena panic buying di Korsel adalah urea yang dipakai kendaraan diesel dan industri bermesin diesel untuk menurunkan emisi.
Mengutip kantor berita Yonhap dari detikcom, Jumat, 12 November 2021, pemerintah Korsel melakukan penjatahan larutan urea pada kendaraan berpenumpang dan komersial, 10 liter dan 30 liter.
Inilah yang membuat panic buying terjadi di negeri itu. Sejumlah foto memperlihatkan antrian mengular warga di lokasi penjual yang masih memiliki stok di wilayah Iksan.
Terjadinya fenomena ini terjadi akibat China membatasi ekspor ke negeri itu untuk memprioritaskan kebutuhan domestik. Diketahui hampir 97 persen impor urea Korsel berasal dari Negeri Tirai Bambu.
Terkait hal tersebut, Perdana Menteri Kim Boo-kyun menyikapinya dengan meminta maaf. Meminta maaf tas kegagalan mengantisipasi kekurangan tersebut. Ia menyampaikan ini dalam rapat kabinet khusus.
- Dua Pemain Timnas Korsel Cetak Gol di Liga Inggris
- Lepas Pekerja Migran Indonesia ke Korsel dan Taiwan, Kepala BP2MI: Jaga Nama Baik Bangsa
- Percaya Ekonomi RI Lampaui Rusia dan Korsel di Tahun 2036, Ferdinand Hutahaean: Asal Presiden Bukan Hantu Pecatan
- Wow, Korsel Bersiap Gunakan Taksi Terbang sebagai Transportasi Umum
- Kasus Harian Corona Korea Selatan Pecahkan Rekor, Seoul Genjot Vaksinasi
“Saya menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam karena menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran seperti itu,” katanya dikutip Channel News Asia (CNA).
“Akan membutuhkan waktu sebelum pasokan dapat dinormalisasi.”
Lebih lanjut, Korsel juga sedang memulai untuk guna mendiversifikasi sumber urea ke negara lain seperti Australia. Impor yang masih bisa dilakukan dari China juga dipercepat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
