Korsel Tetap Perketat Prokes di Luar Seoul Kendati Kasus Harian Corona Turun ke 1.400

Korsel Tetap Perketat Prokes di Luar Seoul Kendati Kasus Harian Corona Turun ke 1.400

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Seoul – Korsel tetap perketat prokes di luar Seoul kendati kasus harian corona turun ke 1.400. Kabar baik melingkupi kondisi di Korea Selatan alias Korsel atas berkurangnya kasus harian penularan virus corona di sana. Otoritas kesehatan di sana melaporkan, Negeri Ginseng itu semringah lantaran kasus turun ke sekitar 1.400 kasus pada Sabtu 17 Juli 2021.

Kendati demikian, pihak berwenang tetap mempertimbangkan untuk menerapkan aturan protokol kesehatan (prokes), khususnya social distancing atau jarak sosial yang lebih ketat di luar wilayah Ibu Kota Seoul di tengah meningkatnya jumlah infeksi secara nasional dengan kekhawatiran atas varian Delta.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Sabtu 17 Juli 2021, mencatat ada tambahan 1.455 kasus Covid-19, termasuk 1.404 infeksi yang ditularkan secara lokal. Ini membuat total beban kasus di Korea Selatan menjadi 176.500.

Pada hari sebelumnya, seperti dilansir dari kontan.co.id, Sabtu 17 Juli 2021, Korea Selatan menambahkan 1.536 kasus, yang sedikit turun dari rekor tertinggi 1.615 yang dihitung pada Rabu 14 Juli 2021 lalu. Kasus harian sendiri telah bertahan di atas angka 1.000 sejak 7 Juli 2021.

Korea Selatan juga menambahkan empat kematian Covid-19 lagi, meningkatkan jumlah kematian menjadi 2.055.

Baca Juga

Wilayah Seoul yang lebih luas, yang merupakan rumah bagi setengah dari 51,3 juta populasi negara itu, telah berada di bawah langkah-langkah jarak sosial tertinggi sejak awal pekan  ini.

Di bawah kebijakan pembatasan yang ketat, pertemuan lebih dari dua orang dilarang setelah jam enam sore, dan tempat hiburan, termasuk klub malam serta bar, diperintahkan untuk tutup. Sementara itu, restoran diizinkan untuk memiliki pelanggan makan di tempat hingga jam 10 malam.

Wilayah lain ditempatkan di bawah aturan jarak sosial terendah Level 1 sepanjang bulan ini, sebelum pihak berwenang memutuskan untuk menaikkan pedoman ke Level 2 pada Senin 12 Juli 2021 di tengah penyebaran virus secara nasional.

Sementara itu, pertemuan hingga delapan orang pada prinsipnya akan diizinkan di bawah Level 2. Akan tetapi, Perdana Menteri Kim Boo-kyum mendesak agar pemerintah daerah untuk mengadopsi pembatasan lebih lanjut dengan pembatasan hanya empat orang. Hal itu dilakukan guna menekan kasus penularan Covid-19 di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran virus Delta yang lebih cepat menular.

Negara itu berencana memberikan rincian pada Minggu 18 Juli 2021 besok. Hal itu terkait plafon yang akan diterapkan di luar wilayah Ibu Kota Seoul.

Korea Selatan, yang telah dianggap sebagai salah satu negara paling sukses dalam mengatasi pandemi Covid-19, saat ini berada pada titik kritis. Pasalnya, pihak berwenang memperkirakan angka harian akan melonjak hingga 2.000-an kasus pada pertengahan Agustus 2021.

Sementara itu, otoritas kesehatan mengatakan program inokulasi negara akan segera meratakan kurva, jumlah orang yang divaksinasi tetap lamban selama beberapa minggu terakhir di tengah kekurangan pasokan vaksin.

Sebanyak 16 juta orang, atau 31,3 persen dari populasi negara itu dilaporkan telah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 hingga hari ini.

KDCA menambahkan, sebanyak 6,35 juta orang telah divaksinasi secara lengkap, ini setara 12,7 persen dari populasi di negeri lahirnya Kpop dan Kdrama tersebut.

Dari kasus domestik yang baru dikonfirmasi, 556 berasal dari Seoul, 385 dari Provinsi Gyeonggi di sekitarnya, dan 77 dari kota pelabuhan barat Incheon.

Adapun kasus impor, yang juga termasuk warga negara Korea Selatan dari luar negeri, mencapai 51 orang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.