Terkini.id, Makassar – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan vaksinasi Covid-19 di Kota Makassar mengutamakan jenis Pfizer lantaran sudah mendekati masa kadaluarsa.
Pasalnya, vaksin Covid-19 jenis Pfizer harus disimpan di tempat penyimpanan dengan suhu -25 sampai -15 derajat celsius atau suhu beku. Sementara hal itu hanya tersedia di tempat penyimpanan milik Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu berbeda dengan jenis Sinovac yang mampu bertahan di tempat penyimpanan dengan suhu 2- 8 derajat celcius.
“Kalau sudah mencair 2 sampai 8 derajat celcius harus dihabiskan dalam tempo 1 bulan,” kata Ida, sapaannya, Jumat, 12 November 2021.
Ketahanan dan tempat penyimpanan vaksin menjadi faktor pertimbangan penting dalam pendistribusian vaksin.
Pemerintah kota tak memiliki fasilitas yang dapat menyimpan vaksin jenis Pfizer. Ida mengatakan, tempat penyimpanan vaksin Covid-19 milik pemerintah kota hanya ada 2-8 derajat celcius.
Untuk menghabiskan vaksin jenis Pfizer dalam tempo 1 bulan, Ida mengatakan pihaknya mengunjungi rumah warga. Ia juga meminta bantuan pihak kepolisian untuk membantu menghabiskan vaksin tersebut.
Ia mengatakan, saat ini, stok vaksin jenis Sinovac disimpan dulu.
“Kita memaksimalkan penggunaan vaksin jenis Pfizer dulu hingga akhir November 2021 ini karena tanggal kadaluarsanya sudah mendekat, itu kita berupaya menghabiskan sampai akhir November ini,” paparnya.
Sebelumnya, Kota Makassar memperoleh vaksin jenis Pfizer sekitar 50 ribu dosis. Ia mengatakan separuhnya telah diberikan ke masyarakat.
“Kalau kita bicara stok itu sudah berjalan sejak kemarin. Soal sisanya kan harus dari data, sekarang saya belum pantau. Tapi sudah ada setengah lah kita pakai,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
