Krisis Boeing, Garuda Minta Batalkan Pembelian 41 Pesawat 737 Max 8

Boeing 737 Max 8
Boeing 737 Max 8

Terkini.id, Makassar – Perusahaan pesawat terbang, Boeing, mendapat masalah serius setelah dua pesawatnya, 737 Max 8 jatuh dalam 5 bulan.

Masalah tersebut lantaran sejumlah maskapai yang menjadi calon pembeli 737 Max 8 bakal membatalkan pembeliannya.

Salah satu maskapai yang mengajukan pembatalan pembelian pesawat 737 Max 8 yang sudah diorder adalah Garuda Indonesia.

Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS) tersebut masih mempelajari peluang restrukrusasi kontrak pembelian pesawat oleh PT Garuda Indonesia (Persero).

Keputusan ini tertuang pasca pertemuan Boeing dengan Garuda terkait pembatalan pengiriman 49 unit Boeing 737 Max 8.

“Boeing juga mengerti posisi Garuda dan akan mempelajari kemungkinan untuk merestrukrusasi kontrak yang berlaku dan bekerja sama dan memberikan dukungan penuh kepada Garuda untuk memenuhi kebutuhan Garuda ke depannya mengingat Garuda adalah maskapai nasional dan pelanggan kunci untuk Boeing,” kata Direktur Utama Garuda, Ari Askhara di Nusa Dua, Bali, Kamis 28 Maret 2019.

Manajemen Garuda menerima kedatangan perwakilan senior dari Boeing.

“Dalam pembicaraan pagi ini Garuda menyampaikan kembali kepada Boeing bahwasanya kami tetap percaya kepada produk Boeing akan tetapi untuk keselamatan penumpang Garuda dan masyarakat Indonesia pada umumnya kami tidak dapat melanjutkan pemesanan 49 pesawat 737 seri Max 8 yang sedianya mulai dikirim pada 2020,” kata Ari.

Ari menambahkan, dari sisi teknis Boeing sudah melakukan perbaikan atas sistem Manuvering Characteristics Augmentation System (MCAS), dan masih menunggu persetujuan dari otritas penerbangan sipil Amerika Serika (AS). Atau Federal Aviation Administration dan laporan akhir atas kecelakaan Ethiopian Air dan Lion Air.

“Dari Garuda kami masih percaya terhadap brand Boeing namun kami sudah tidak percaya lagi dengan produk Max-8 khususnya karena masyarakat yang notabene pelanggan kami sudah kehilangan kepercayaan terhadap produk itu,” katanya.

Namun, Ari menegaskan pihaknya tidak beralih ke merk pesawat lain dan tetap melanjutkan kontrak dengan Boeing. “Yang pasti kami tidak akan mengganti ke brand lain seperti yang dilakukan beberapa maskapai lain, namun meminta Boeing untuk menawarkan produklain selain Max 8 tersebut,” katanya seperti dilansir dari inilah.

Masih kata Ari, nilai, jenis dan waktu pengiriman masih akan dibahas antar kedua tim, secara terbuka dan akan membahas internal di Seattle. Pihaknya menawarkan masukan kepada Boeing untuk memfasilitasi pertemuan dengan regulator dan memberikan masukan kepada Boeing untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan regulator kepada merk Boeing. “Kami akan melakukan pertemuan lanjutan pada akhir April untuk mencari solusi win win untuk kedua belah pihak,” katanya.

Pihak Boeing juga menyampaikan simpatinya kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Berita Terkait