Duh, Boeing 737 MAX Kembali Bermasalah

Boeing 737 Max 8
Boeing 737 Max 8

Terkini.id, Makassar – Setelah mengalami kecelakaan sebanyak dua kali dan menewaskan ratusan orang hanya dalam kurun waktu enam bulan, pesawat Boeing jenis 737 MAX kembali mendapat masalah.

Pesawat 737 MAX milik Southwest Airlines terpaksa mendarat darurat sesaat setelah lepas landas dan kembali ke bandara Orlando, Amerika Serikat (AS), Selasa 26 Maret 2019.

Penyebabnya yaitu adanya masalah pada mesin pesawat, seperti yang dilaporkan para kru pesawat.

Hal itu disampaikan Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

Karena masalah mesin, ini tentu berbeda dengan dugaan penyebab yang membuat dua pesawat milik Ethiopian Airlines dan Lion Air yang jatuh beberapa waktu lalu, yakni pada ‘hidung’ pesawat.

Seperti diketahui Kedua pesawat tersebut jatuh dan menewaskan seluruh kru dan penumpang sesaat setelah tinggal landas diduga akibat para pilot mengalami masalah dengan Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS.
Sistem ini secara otomatis mendorong hidung pesawat ke bawah untuk menghindari stall atau macet.

Dilansir dari cnbc, posisi stall merupakan kondisi saat aliran udara di atas sayap pesawat terlalu lemah untuk menghasilkan daya angkat dan sulit membuatnya tetap terbang.

Sistem itu akan sangat berbahaya bila sensor pesawat salah mendeteksi bahwa pesawat berada dalam posisi stall padahal kenyataannya tidak.

Pesawat milik Southwest tersebut sedang tidak membawa penumpang dan sedang menuju Victorville, California, tempat maskapai tersebut menyimpan pesawatnya, dilansir dari CNBC International.

Nasib buruk yang menimpa pesawat terlaris milik Boeing ini terjadi di tengah-tengah meningkatnya pengawasan terhadap perusahaan setelah terjadi kecelakaan pesawat jenis yang sama di Ethiopia awal bulan ini dan di Indonesia tahun lalu. Secara kumulatif total korban meninggal mencapai 346 orang.

Akibat kecelakaan itu juga pesawat jenis ini telah dilarang terbang oleh berbagai maskapai dan negara. Bahkan, maskapai Garuda Indonesia telah membatalkan pesanan 49 unit pesawat jenis tersebut dari Boeing.

Namun, perusahaan pembuat pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS) itu mengatakan telah melakukan pratinjau perbaikan software atau piranti lunak, sistem peringatan kokpit, dan pelatihan tambahan bagi pilot pesawat Boeing 737 MAX, Rabu.

Perusahaan mengatakan perubahan-perubahan tersebut memperbaiki tingkat keamanan pesawat 737 MAX.

“Kami sedang bekerja dengan para konsumen dan regulator di seluruh dunia untuk mengembalikan kepercayaan dalam industri kami dan juga menegaskan kembali komitmen kami akan keamanan dan meraih kembali kepercayaan para penumpang,” kata Wakil Presiden Boeing Mike Sinnett di Washington, dilansir dari CNBC International.

Berita Terkait
Komentar
Terkini