Krisis Iklim: Anak Muda Indonesia Memimpin Perubahan

Krisis Iklim: Anak Muda Indonesia Memimpin Perubahan

K
Kamsah

Penulis

Terkini, Makassar — Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian mendesak, anak-anak dan kaum muda dari delapan provinsi di Indonesia bersatu dalam sebuah gerakan bernama Aksi Generasi Iklim.

Kampanye ini bertujuan untuk menyoroti dampak krisis iklim terhadap kehidupan sehari-hari, mulai dari polusi udara hingga masalah kesehatan seperti demam berdarah (DBD) dan malaria, serta persoalan sampah di wilayah sungai dan pesisir.

Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Save the Children Indonesia, pemerintah daerah, dan sejumlah organisasi lokal.

Kampanye yang berlangsung di delapan kota — Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Pasuruan, Denpasar, Sumba Barat, Palu, dan Makassar — menghadirkan pendekatan berbasis lokal yang melibatkan anak-anak dan pemuda untuk menyuarakan keresahan mereka atas dampak perubahan iklim.

“Anak-anak dan generasi muda memegang peranan strategis dalam menghadapi krisis iklim. Ini adalah langkah awal menuju Gerakan Masyarakat secara masif di seluruh Indonesia. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujar Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno.

Baca Juga

Aksi Lokal, Dampak Global

Setiap kota dalam kampanye ini mengusung tema yang relevan dengan tantangan setempat. Di Bali, misalnya, masalah krisis air bersih menjadi sorotan.

Melalui acara bertajuk Festival Air: Meraya dan Bersuara, anak-anak dan masyarakat berdiskusi bersama pakar untuk mencari solusi atas pencemaran dan eksploitasi sumber daya air.

Di Yogyakarta, status darurat kekeringan yang diumumkan oleh Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X memotivasi kegiatan edukasi di sekolah. Anak-anak diajak memahami krisis iklim melalui pendekatan kreatif seperti learning through play menggunakan LEGO.

Di Makassar dan Jawa Timur, isu pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. Anak muda di Makassar membersihkan pesisir pantai bersama komunitas lokal, sementara di Jawa Timur, festival Bebaskan Sungai dari Sampah digelar untuk menyuarakan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.