Terkini.id, Jakarta – Kebebasan berpendapat saat ini dinilai telah berbeda dengan era sebelumnya. Menurut Dokter Eva Sri Diana Chaniago atau disapa Dokter Eva mengatakan bahwa jika demo era sebelumnya massa bisa bermalam di depan istana, namun saat ini kesempatan itu tidak ada lagi.
Dokter Eva menilai Kebebasan berpendapat yang ada hari ini dibatasi dengan ganasnya pengawasan aparat kepolisian yang tak segan menyerang massa demonstran dengan tembakan gas air mata.
Bahkan, serangan itu tak hanya ditujukan kepada para mahasiswa yang melakukan demonstrasi, tapi untuk tim medis juga mengalami hal yang sama.
“Era sebelumnya, rakyat demo bisa menginap depan istana bermalam-malam. Era kini jangan coba mendekat, jika aparat suruh bubar, ya bubar”, tulis Dokter Eva, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat 22 April 2022.

Dokter Eva meminta untuk tidak membiarkan mahasiswa berjuang sendirian untuk memperjuangkan keadilan dan merebut kembali kedaulatan rakyat yang dinilai telah lama terenggut.
- Soal Dewan Media Sosial, Menkominfo: Usulan UNESCO untuk Child Online Protection
- Mahfud MD Sebut Kebebasan Berpendapat Dibelokkan untuk Ganggu Keutuhan Bangsa
- Masih Suka Baper? Jangan Kalah Sama Presiden Jokowi: Saya Dihina, Dimaki, Difitnah, Udah Biasa!
- Sudah 'Kebal', Presiden Jokowi Sentil Polisi Hapus Mural: Saya Sudah Biasa Dihina, Dimaki, Difitnah, Ngapain?
- Viral Rekaman Danny Pomanto, Bastian Lubis: Undang-Undang Melindungi Kebebasan Berpendapat
“Pasukan barakuda tak segan menyerbu mahasiswa dengan tembakan gas air mata bahkan tim medis dibuat sama. Ayolah jangan biarkan mahasiswa berjuang sendiri”, tulisnya lagi.
Diketahui, Dokter Eva merupakan salah satu dokter yang kerap kali mengkritik kebijakan pemerintahan saat ini (era Jokowi).
Dokter Eva juga menyoroti tindakan aparat yang menghadang para mahasiswa yang hendak menuju istana namun dihadang oleh para aparat.
“Mahasiswa bergerak untuk perubahan, Indonesia lebih baik. Rakyat menjerit bangs aini sedang tidak baik-baik saja. Patung kuda 21 April 2022 mereka meneriakkan #MosiTidakPercaya_JokowiMaaruf mereka ditolak masuk istana bahkan sudah dihadang jauh dari istana”, tulis Dokter Eva.

Seperti diketahui, aksi mahasiswa 21 April dilakukan tak lain untuk menuntut pemerintah menyelesaikan permasalahan yang saat ini dialami oleh negara. Yakni masalah harga kebutuhan pokok, harga BBM yang mengalami kenaikan, hingga tolak wacana tunda pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
Sejumlah mahasiswa turun aksi menggeruduk istana, namun para demonstran tidak dibiarkan mendekati istana negara oleh para aparat yang bertugas mengamankan.
Selain mahasiswa, serikat buruh dan beberapa elemen masyarakat sipil pun turut menyuarakan aspirasinya. Mereka menilai rezim Jokowi-Ma’ruf Amin telah gagal menyejahterakan rakyat Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
