Kualitas Udara Jakarta Dinilai Buruk, Anies Baswedan Digugat Warga ke PN Jakpus

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Kompas)

Terkini.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) oleh Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Senin 5 Agustus 2019.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh FAKTA terkait kualitas udara di Kota Jakarta.

“Kami memiliki alasan hukum untuk mengajukan gugatan ini, bahwa pembinaan serta pengawasan penyelenggaraan daerah yang tertuang pada Pasal 38 ayat 1 UU No. 32/2014 tentang Pemerintah Daerah tidak berjalan baik sehingga telah membuat kerugian bagi masyarakat,” ujar Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan di PN Jakarta Pusat.

Dalam gugatan tersebut, FAKTA menuding Anies Baswedan bersalah karena membiarkan Jakarta menjadi kota yang tercemar polusi udara.

“Kami minta di sini PN Jakarta Pusat menyatakan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI bersalah. Dia membiarkan Jakarta menjadi kota polutan di dunia,” ujar Azas, dikutip dari Detik, Senin 5 Agustus 2019.

Azas Tigor juga meminta Anies untuk segera meminta maaf kepada masyarakat atas memburuknya kualitas udara di DKI Jakarta.

“Permintaan maaf itu bisa disiarkan melalui media massa,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada Gubernur agar menegakkan peraturan kawasan dilarang merokok sesuai dengan Perda DKI No. 5/2014.

Sebab, kata Azas, pihaknya menilai buruknya udara Jakarta bukan hanya disebabkan oleh kendaraan bermotor, industri, pembangkit listrik, pembakaran sampah, dan pengerjaan fasum melainkan juga paparan rokok.

“Anies juga perlu membuat ruang terbuka hijau sebanyak-banyaknya dan mengurai kemacetan Jakarta dengan membangun sistem layanan umum massa yang terintegrasi dengan baik,” ujarnya.

Anies Baswedan
Ketua FAKTA Azas Tigor selesai mendaftarkan gugatan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di PN Jakarta Pusat. (Foto: Tirto)

Berdasarkan catatan FAKTA mulai 25 Juni sampai 1 Agustus 2019 yang diambil dari data Airvisual menunjukkan Jakarta kualitas udara terburuk di dunia. Oleh sebab itu, FAKTA mengajukan gugatan ke PN Jakpus.

“Catatan kami 25 Juni sampai 1 Agustus menurut Airvisual terburuk di dunia. Itu kami sampaikan di pengadilan,” ucap Azas.

Maka dari itu, pihaknya juga meminta Anies Baswedan melakukan program penghijauan kota DKI Jakarta.

Selain itu, Anies diminta memperbaiki sistem transportasi untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta.

“Minta Anies sebagai gubernur DKI melakukan perbaikan sistem transportasi di Jakarta untuk memecah kemacetan,” tegas Azas.

“Kemacetan menyumbang 80 persen pencemaran udara. Dengan cara bagaimana bangun transportasi integrasi yang baik, bangun sarana transportasi bagi pejalan kaki dan kebutuhan khusus,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini