Terkini.id, Maros-Sejumlah anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros. Rombongan ini begitu menikmati sejuknya suasana kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Di dampingi Bupati Maros, Chaidir Syam, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini bersama rombongan menyambangi kawasan konservasi, Santuary Kupu-kupu dan air terjun Bantimurung yang keduanya berada di Kawasan Wisata Bantimurung.
Rombongan juga mengunjungi display room untuk mengamati awetan beragam jenis kupu-kupu penghuni Bantimurung Bulusaraung sebagai media edukasi, penelitian, dan ekowisata.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan bahwa Taman Nasional Bantimurung merupakan tempat yang keren dan perlu dikembangkan kembali. Dirinya juga kagum akan kekayaan spesies kupu-kupu di Bantimurung yang dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly ini.
Lebih lanjut Anggia mejelaskan untuk meningkatkan kunjungan ke Bantimurung ini dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dalam mengembangkan Taman Nasional Bantimurung.
“Infrastruktur juga perlu dikembangkan agar pengunjung merasa nyaman. Mengingat potensi yang dimiliki Bantimurung sangat besar dan dapat dijadikan sentra edukasi pelestarian habitat bagi masyarakat,” ungkap Anggia.
Menurutnya, Bantimurung ini tidak hanya sebagai tempat wisata atau liburan saja, tetapi juga bisa sebagai tempat edukasi bagi masyarakat dan anak sekolah untuk belajar tentang pelestaraian habitat kupu-kupu di Bantimurung.
- Komisi IV DPR RI Dorong Peningkatan Anggaran Pengawasan Laut di Makassar
- Konsen Tingkatkan Kualitas SDM, Kementan dan Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek di Sulawesi Selatan
- Terkuak! Uang Negara Habis Rp1,1 Triliun cuma untuk Biaya Perjalanan Dinas Kementerian Pertanian, DPR: Menterinya Nggak Pernah ke Mana-mana
- Alasan tak Punya Duit, Pembangunan Ambon New Port Mangkrak, DPR: Kami Ditipu Presiden, Maluku itu Torang Paling Baik se-Indonesia!
- Kunjungi Sulsel, Komisi IV DPR RI Lakukan Penanaman Mangrove di Lokasi RHL Untia Kota Makassar
“Tempat yang edkutif itu menjadi core atau inti lebih diperkuat sebenarnya dari situ akan merembet mulai dari ekonomi, lalu kemudian pelestarian alam dan lainnya itu akan beruntut,” ungkap Anggi usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau kawasan Balai Nasional Konservasi Kupu-Kupu di Taman Nasional Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat 15 Oktober 2021.
Komisi IV mengapresiasi Pemprov dan Pemkab Maros, Anggia menjelaskan bahwa pemkab dan pemprov harus memberikan atensi yang besar terhadap objek wisata Taman Nasional Bantimurung. Anggi juga mengapresiasi Taman Nasional Bantimurung yang menurutnya contoh baik kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah, Balai Nasional dan juga masyarakat.
“Sehingga, sangat disayangkan jika kawasan ini tidak dikembangkan lebih baik lagi, mengingat Bantimurung juga dijuluki The Kingdom of Butterfly, sehingga habitat kupu-kupu yang berada di Bantimurung ini juga perlu dijaga dan dilindungi,” sebutnya.
“Ini tempat yang keren. Menurut saya penting untuk dikembangkan kembali, karena memang contoh kerja sama yang baik antara pemda, balai dan masyarakat juga. Apalagi sudah dijuluki The Kingdom of Butterfly, artinya di dunia ini satu-satunya spesies kupu-kupu yang jumlah sebanyak 245 spesies (jenis), cantik-cantik banget. Saya pikir tidak hanya kupu-kupu yang dilindungi, tetapi banyak habitat yang lain juga dilindungi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini,” tegasnya.
Ke depan, Anggia juga mendorong pemprov dan pemkab untuk dapat memberikan atensi yang cukup besar bagi kawasan Taman Nasional Bantimurung, mengingat hal ini sejalan dengan Rancangan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (RUU KSDAE) yang sedang dibahas di Komisi IV DPR RI termasuk di dalamnya Taman Nasional.
“Pemprov dan pemkab memang harus memberikan atensi yang besar juga, kalau kami dari komisi IV kita sudah punya sedang giat-giatnya Rancangan UU KSDAE itu termasuk di dalamnya adalah balai nasional, satu bulan yang lalu di Komisi IV kita memang menghimpun kira-kira masukan atau kebutuhan dari para Balai Nasional ini apa yang bisa kita dorong terutama untuk konsekuensi itu,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Selanjutnya Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menilai, keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan Taman Nasional Bantimurung sudah cukup terjalin, hanya tinggal menaikkan jumlah pengunjung. Pemkab Maros juga perlu memperbaiki sarana prasarana di dalamnya, begitupun dengan membentuk program yang dapat mengajak masyarakat berwisata ke Taman Wisata Nasional Bantimurung, sehingga lokasi tersebut dapat menjadi alternatif menaikkan Penghasilan Asli Daerah (PAD).
“Saya kira Pemkab ini kan kerja sama dengan pusat ya, tentu penyediaan sarana dan prasarana juga penjagaannya menjadi tanggung jawab pemkab. Tentu ini kerja bareng sebenarnya, kerja kolaborasi, jadi walaupun memang ini miliknya pemerintah pusat, tapi penggunaannya akan dikerjasamakan, sehingga kalau pemerintah daerah ingin mendapatkan PAD besar tentu, harus memperbaharui, harus bisa membuat Taman Nasional ini menarik untuk dikunjungi,” pesan Akmal politisi dari PKS ini.
Hadir sejumlah UPT dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lingkup Sulawesi Selatan menyambut rombongan ini, yakni dari Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, P3E Sulawesi Maluku, BDLHK Makassar, Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Balai PPI dan Karhutlah. Tak ketinggalaan BBKSDA Sulawesi Selatan dan Balai Taman nasional Takabonerate turut menyambut kedatangan rombongan ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
