Kupas Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan Barat, Madani Institute Gelar MIF

Kupas Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan Barat, Madani Institute Gelar MIF

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Makassar – Madani Institute (Center for Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic Forum (MIF) dengan pembahasan Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan Barat, bertempat di Aula Lantai 3 Rabbani Boulevard Makassar, Sabtu, 13 Juli 2019.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara Dr. Khaerul Akbar, M.E.I. yang merupakan alumni Program Doktor Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar, dengan mengupas tema tentang perbandingan konsep antara ekonomi Islam dan barat.

Terdapat prinsip-prinsip dalam sistem ekonomi Islam, salah satunya didasarkan pada nilai-nilai Islam itu sendiri.

“Sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang di dasarkan pada nilai-nilai Islam. Prinsip dasarnya adalah prinsip tauhid yaitu segala sesuatu diciptakan oleh Allah dengan tujuan,” ucapnya.

Prinsip yang lain dalam sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi barat memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Baca Juga

“Kapitalisme itu harta dikuasai penuh oleh manusia. Sosialisme itu dikuasai oleh negara, sedangkan Islam segala harta apapun bentuknya adalah pemberian Allah yang penggunaannya diatur menurut aturan-aturan Allah,” imbuhnya.

Di akhir materinya, pembina Yayasan Muamalah Syariah Indonesia ini memaparkan manfaat yang didapatkan dalam menerapkan sistem ekonomi Islam

Manfaat penerapan sistem ekonomi Islam

Adapun manfaat penerapan sistem ekonomi Islam, menurut Dr. Khaerul Akbar yakni sebagai berikut.

1. Nilai-nilai ekonomi Islam sangat kuat dan pelakunya tidak akan melakukan kecurangan karena sadar akan dipertanggungjawabkan.
2. Memperhatikan kepemilikan individu dengan batasan-batasan yang ditentukan oleh agama.
3. Negara merupakan institusi penting dalam perekonomian sebagai kontroling.
4. Memiliki sistem yang baik dalam memenuhi pemerataan melalui zakat, infak, dan sedekah.
5. Setiap individu dalam sistem ekonomi Islam akan termotivasi untuk bekerja keras.

Citizen Reporter: Muhammad Ikram (Tim Media Yayasan Muamalah Syariah Indonesia)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.