La Nyalla Provokasi Pemuda Pancasila Untuk Mendorong Perubahan Konstitusi: Kalian Harus Menjadi Garda Terdepan!

La Nyalla Provokasi Pemuda Pancasila Untuk Mendorong Perubahan Konstitusi: Kalian Harus Menjadi Garda Terdepan!

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – La Nyalla Mataliti berusaha provokasi Pemuda Pancasila untuk mendorong perubahan UUD 1945. Sebab menurutnya, konstitusi Indonesia sudah tidak sejalan dengan Pancasila.

Hal disampaikan Ketua DPD itu saat menutup Musyawarah Cabang (Muscab) dan Pelantikan Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Minggu 19 Desember 2021.

“Itu konstitusi tidak nyambung dengan Pancasila sudah terjadi selama 20 tahun berjalan sejak negara ini melakukan amandemen konstitusi pada 1999 hingga 2002 silam,” ungkap La Nyalla dikutp dari Cnnindonesia.com pada Senin 20 Desember 2021.

Dia menyampaikan bahwa reformasi 1998 membuat UUD 1945 diamandemen hingga empat kali. Menurut La Nyalla, amandemen konstitusi yang dilakukan tidak sesuai dengan haluan, dari yang awalnya bertujuan untuk menyempurnakan UUD 1945 jadi membongkar total.

La Nyalla berpendapat, amandemen konstitusi seharusnya dilakukan tanpa menghapus poin-poin yang dulu dicetuskan pendiri bangsa.

Baca Juga

“UUD 1945 naskah asli yang terdiri dari 1.500 kata, menjadi 4.500 kata yang secara substansi juga sangat berbeda dengan naskah aslinya.”

“Hasilnya, konstitusi Indonesia hasil amademen 2002 berubah jauh dari struktur konstitusi asli yang dihasilkan para pendiri bangsa,” katanya.

La Nyalla menyoroti perubahan posisi MPR dan utusan golongan di MPR tidak ada lagi, karena diganti dengan keberadaan DPD.

La Nyalla menilai langkah itu membuat DPD sebagai wakil dari daerah, golongan, serta entitas masyarakat sipil non partisan terpinggirkan, dan memberikan partai politik menjadi simpul penentu perjalanan bangsa.

“Inilah yang kemudian menghasilkan pola the winner takes all. Partai-partai besar menjadi tirani mayoritas untuk mengendalikan semua keputusan melalui voting di parlemen,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

La Nyalla mendesak kondisi itu segera dibenahi oleh semua elemen masyarakat, juga Pemuda Pancasila.

Menurutnya, Indonesia telah meningglkan sistem ekonomi Pancasila dan beralih ke sistem demokrasi liberal dan sistem ekonomi kapitalistik.

“Karena itu saya meminta kader-kader Pemuda Pancasila memahami sejarah lahirnya organisasi ini. Kalian harus menjadi menjadi garda terdepan untuk membangun kesadaran bangsa akan pentingnya Pancasila sebagai way of life bangsa ini,” tuturnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.