Terkini.id, Makassar-Tenis lapanganyang dikenal long tennes adalah permainan yang menggunakan raket untuk memukul bola melewati net dan memantul sampai lawan tidak dapat mengembalikan bola tersebut.
Menurut sejarahnya, permainan ini diperkenalkan oleh seorang tentara Inggris bernama Mayor W.C. Wingfield di dalam suatu pesta di Wales tahun 1873.
Permainan ini berasal dari bangsa Yunani Kuno. Pada tahun 1879, sudah dimainkan di lapangan keras (gravel) hingga sekarang di Wimbledon-Inggris.
Di Indonesia sendiri, tenis lapangan diperkenalkan oleh Dr. Hoitep. Pada PON I di Solo tahun 1948, tenis sudah dipertandingkan. Wadah organisasi tenis Indonesia adalah Pelti, singkatan dari Persatuan Lawn Tenis Indonesia.
Hingga kini tenes lapangan banyak dimainkan semua kalangan, mulai usia anak-anak, remaja bahkan generasi tua. Berbagai nama komunitas tenes lapangan dari sabang sampai merauke memenuhi sudut kota.
- Langkah Maju Pendidikan Jeneponto, Pemkab Luncurkan Aplikasi SPMB, Wujudkan Pelayanan yang Modern dan Transparan
- 10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar, Wali Kota Munafri Pastikan Seleksi Transparan
- Jeneponto Perkuat Langkah Cegah Stunting, Gerakan Orang Tua Asuh dan Inovasi Barcode Peduli Resmi Diluncurkan
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
- Polres Jeneponto Gelar Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Bersama PPNS, Satpol PP, dan Damkar
Sebagaimana di Lapangan Tenes Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan kota Makassar ini menggelar pertandingan persahabatan antar pelti. Minggu, 29 September 2019.
Kali ini Pelti Pare-Pare melawan Peliti Swiss, akronim dari Pelti sekitar wilayah Sudiang yang diketuai oleh H.Kamaruddin Muhammad.
Dalam sambutannya, H. Kamaruddin Muhammad kepada tamunya Persatuan Tennes Lapangan atau Lawn Tennes asal Pare-Pare, pertandingan dihelat sebagai laga balasan ketika Pelti SWIS bertandang ke Pare-pare.
“Olahraga tennes lapangan, selain menyehatkan, merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan sportivitas,” katanya.
secara filosopi dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” imbuh H. Kamaruddin.
“Prinsip setiap anggota pelti pare-pare dan Pelti swiss bertekad dan berkomitmem memperat silatuhrahmi, serta meningkatkan potensi dalam semangat sportivitas sebagai pencinta lawn tennes,” tutupnya pada dialog antar peserta untuk membangkitkan jiwa sportivitas bermain tennes lapangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
