Terkini.id, Kabul – Lanjutkan evakuasi warganya, China: situasi Afghanistan lebih mengkhawatirkan dibanding covid. Usai menyatakan militernya angkat kaki dari Afghanistan, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya seperti Australia, kondisi situasi di negara itu kian genting. Pasalnya, agresivitas Taliban yang berseberangan dengan pemerintah sah di sana mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.
Seperti dilansir AFP, Minggu 11 Juli 2021, dalam pidato Presiden AS, Joe Biden di Gedung Putih, penarikan pasukan AS dilakukan karena telah ‘mencapai’ tujuan di Afghanistan, seperti membunuh Osama bin Laden, hingga menurunkan Al Qaeda, dan mencegah lebih banyak serangan ke AS.
Biden mengatakan, tidak akan lagi mengirim tentara AS untuk berperang di Afghanistan. Biden mengaku optimistis pemerintah Afghanistan akan bisa mengalahkan Taliban.
Menyusul kabar genting tersebut, pemerintah China tetap melanjutkan evakuasi warganya dari Afghanistan di tengah sorotan kasus ‘impor’ Covid-19. Otoritas pemerintah China menyebutkan situasi Afghanistan lebih mengkhawatirkan dibanding virus corona atau Covid.
Pesawat Xiamen Airlines dengan nomor penerbangan MF8008 membawa pulang 210 warga China dari Kabul, Afghanistan, menuju Wuhan, Provinsi Hubei.
- Taliban Ingkar Janji, Kesaksian Presenter Perempuan Afganistan Dilarang Kerja: Karyawan Pria Diizinkan, Saya Diancam!
- Tanggapi Video Taliban Bantai Warga Afghanistan, Ferdinand: Lebih Brutal dari Hewan
- Taliban Bantai Warga Afghanistan yang Hendak Kabur, Mayat Diseret ke Jalan
- Usai Puas Nikmati Wahana, Taliban Justru Bakar Taman Hiburan di Afganistan, Alasannya karena Ini
- Berjanji Lindungi Hak Perempuan, Taliban Justru Tembak Mati Wanita Afganistan karena Tak Pakai Burqa
Dilansir dari JPNN.com, Senin 12 Juli 2021, pesawat tersebut dikirimkan pemerintah China untuk membawa pulang warganya dari Afghanistan, seperti dinyatakan otoritas Bandar Udara Internasional Tianhe, Wuhan, Minggu 11 Juli 2021.
Pemulangan warga China itu dilakukan lantaran situasi keamanan di Afghanistan, negara tetangga di wilayah barat daya, terus memburuk.
Sebelumnya warga China menyoroti adanya 52 kasus positif Covid-19 di dalam penerbangan MF8008 dari Kabul menuju Wuhan, Jumat 2 Juli 2021 lalu.
“Bagaimana bisa terjadi, banyak kasus positif dalam satu pesawat,” demikian unggahan netizen China mengomentari berita di Weibo yang telah dibaca lebih dari tiga juta orang itu.
Pemerintah China mencarter pesawat karena tidak ada penerbangan langsung dari Wuhan, yang merupakan kota pertama ditemukannya kasus Covid-19 ke Afghanistan.
“Pesawat itu telah ditentukan tempatnya di bandara. Disinfektan juga telah disemprotkan,” terang staf Bandara Tianhe yang dikutip Jiankang Shibao.
Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan masyarakat setempat, penerbangan internasional dapat mengancam penerbangan dan penumpang domestik.
Xiamen Airlines menyatakan, pihaknya untuk pertama kali menggunakan pesawat berbadan lebar menuju Kabul.
Xiamen memilih awak pesawatnya berdasarkan pengalaman, terutama dalam mengangkut pasukan penjaga perdamaian PBB dan misi evakuasi di luar negeri.
Sebelum lepas landas dari Wuhan, para awak pesawat tersebut telah mendapatkan pelatihan khusus dalam menghadapi berbagai situasi di Kabul, sebagaimana diberitakan GICexpat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
