Laut Natuna Diklaim China, Bupati Hamid Rizal Keluarkan 4 Sikap

Bupati Kabupaten Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si /ist

Terkini.id, Natuna – Bupati Kabupaten Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si menanggapi polemik laut Natuna yang diklaim oleh China sebagai bagian dari wilayahnya.

Sebagaimana informasi yang beredar Kamis, 2 Januari 2020 Komando Armada I TNI AL melaporkan adanya Coast Guard China mengawal beberapa kapal nelayan Negeri Tirai Bambu yang sedang melakukan aktivitas perikanan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Wilayah Laut Natuna Utara.

Hal ini yang kemudian direspon dengan bergeraknya KRI Tjiptadi-381 dan KRI lainnya mencegat dan menghalau kapal Coast Guard China yang mengawal kapal-kapal nelayan China tersebut keluar wilayah Laut Natuna.

Menyikapi hal tersebut di atas, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si menyampaikan 4 poin sikap, sebagai berikut:

1. Masuknya nelayan-nelayan China yang dikawal oleh kapal Coast Guard yang juga dilandasi dengan argumen resmi dari Juru Bicara Kemlu China Geng Shuang yang menyatakan bahwa perairan di sekitar Kepulauan Nansha (Spratly Islands) termasuk Laut Natuna Utara sebagai wilayah tradisional penangkapan ikan mereka, adalah bentuk gangguan terhadap kedaulatan Republik Indonesia.

Klaim sepihak tersebut telah diprotes keras oleh Pemerintah Republik Indonesia karena ZEE Indonesia di perairan Natuna memiliki legal standing yakni UNCLOS 1982.

2. Mendukung penuh sikap TNI dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk menggelar kekuatan yang lebih besar lagi di Wilayah Natuna agar bisa memantau, mencegah dan menangkal setiap upaya gangguan kedaulatan terhadap Wilayah Republik Indonesia di Laut Natuna Utara.

3. Mengusulkan kepada Pemerintah Pusat, agar supaya memperkuat/meningkatkan kedudukan pemerintahan di wilayah Kabupaten Natuna dan Anambas menjadi Provinsi Khusus, karena berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki kewenangan terhadap perairan laut sehingga tidak bisa berbuat banyak dlm menjaga dan mengelola wilayah perairan Natuna.

Dengan dijadikannya Natuna sebagai Provinsi khusus maka akan meningkatkan kewenangan dan kemampuan dalam menjaga,mengelola dan turut serta mengawal wilayah pantai dan laut di Natuna khususnya wilayah perbatasan yang saat ini merupakan kewenangan Provinsi Kepulauan Riau.

4. Dengan segala kemampuan dan sumber daya yang ada, Pemerintah Kabupaten Natuna beserta warga masyarakat siap sedia mempertahankan kedaulatan NKRI di Natuna.

Komentar

Rekomendasi

Beri Pesangon Hingga 70 Kali Gaji, Ini Alasan Indosat PHK Ratusan Karyawannya

Rumah Ayah Najwa Shihab Dibobol Maling, Puluhan Juta Rupiah Raib

Tak Terima Anaknya Dihukum, Orang Tua Siswa Paksa Guru Merangkak Depan Murid

Dapat Pesangon 70 Kali Gaji, Segini Uang yang Diterima Karyawan Indosat Kena PHK

Kesal Tak Dipinjami Uang, Pria Ini Bunuh dan Rusak Kemaluan Ibu Mertua

Ratusan Karyawan Indosat yang Kena PHK Dapat Pesangon 70 Kali Gaji

Umrah dan Virus Corona, Menag: Keselamatan Jemaah Hal Utama

Polrestabes Makassar Bongkar Sindikat Pengedar Tembakau Sintetis

Bupati Gowa Imbau Warga dan ASN Segera Lakukan Pengisian Sensus Penduduk Online

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar