Terkini.id, Makassar – Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menanggapi sejumlah persoalan yang masih terus berlangsung di tengah pandemi Covid-19 di Makassar.
Dia mengatakan setiap daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah melalui persetujuan pusat. Dengan kriteria yang telah ditentukan pemerintah pusat.
“Detailnya di pemerintah daerah karena mereka yang menangani. Kami hanya memberikan masukan,” kata dia, Kamis, 23 April 2020.
Andi Iwan meminta pemerintah Kota Makassar untuk memperhatikan masyarakat yang terdampak langsung dengan penerapan PSBB. Terutama, yang tidak bisa mencari nafkah karena di-PHK dan dirumahkan.
Terkait dengan protes masyarakat terhadap bantuan sembako yang belum merata, dia mengatakan, pada momentum itu, proses pendataan harus valid. Pemerintah Kota harus bekerja maksimal.
- Putri Dakka Selangkah Lagi Jadi Anggota DPR RI, Gantikan Rusdi Masse
- DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse di DPR RI
- Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi
- Kanwil Kemenkum Sulsel Beri Catatan Strategis dalam Pembahasan RUU HPI di Makassar
- Hadiri PSBM Makassar, Anggota DPR RI Meity Rahmatia Dorong Konsolidasi Ekonomi Pengusaha Sulsel
Terlebih, mahasiswa dan pelajar yang menempuh pendidikan di Kota Makassar, yang terjebak lantaran dilarang mudik.
“Mereka tentu harus mendapat perhatian lebih, Ini faktor kebijakan yang tidak diduga-duga. Jawa Tengah saja tetap memperhatikan mahasiswa Sulsel. Mereka adalah warga Indonesia, harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” kata dia.
Dia menuturkan bahwa target PSBB adalah untuk menurunkan kurva angka pasien yang terpapar Covid-19 agar melandai. Di sisi lain, memberi ruang kepada negara untuk memberikan fasilitas kesehatan yang memadai.
“Yang kita khawatirkan kalau kurva itu melampaui batas ambang pelayanan kesehatan,” kata dia.
Dengan demikian, kata dia, wilayah itu akan membuat petugas medis kewalahan dan tak bisa menangani pasien yang terjangkit Covid-19.
“PSBB dilakukan agar ambang batas itu tidak dilampaui,” ucapnya.
Dia juga berharap, pemerintah mengantisipasi pergerakan masyarakat agar tak ada pembawa virus yang masuk di area steril.
“Kita berharap zona yang masih steril jangan lagi kemudian ada carrier (pembawa virus) masuk,” terangnya.
PSBB bertujuan untuk mengurung virus di wilayah tersebut supaya penyebarannya tidak meluas dari skala makro. Sehingga tak memberik dampak negatif bagi kabupaten, kota, atau provinsi yang memiliki zona hijau.
“PSBB harus konsisten, efektif, dan maksimal karena ini kepentingan bersama. Fokus kesehatan dulu, baru bicara ekonominya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
