Lezatnya Hidangan Korea Ala Kimbab Chingu di Makassar

Terkini.id, Makassar – Penasaran dengan jajanan yang biasa dilahap para bintang di film-film Korea? Tentu belum lengkap rasanya jika kamu cuma bisa melihatnya di layar ponsel atau laptop.

Nah, jajanan ala Korea tidak sulit ditemukan, bahkan untuk kamu warga Makassar. Salah satu cara paling mudah adalah dengan mengorder camilan yang dijajakan Kimbab Chingu (@kimbab_chingu).

Jajanan ala Korea yang dirintis wanita muda Monica Wijaya ini, menyajikan hingga 11 varian makanan Korea. Ready stock setiap hari. Buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA Senin-Jumat dan pukul 09.00 hingga 17.00 sore untuk hari Sabtu.

Menu tersebut antara lain Kimbab Variant, Kimchi Variant, Kimchi Fries, Odeng, Rabokki, Ddeokbokki, Ddeokkochi, Jjajangmyeon, Korean Fried Chicken, dan Hotteok.

Ada juga menu frozen (ready to eat) di antaranya Rabokki, Jjajangmyeon , Korean Fried Chicken (Authentic), Ddeokbokki (bisa request ddeok saja), Beef Bulgogi (H-1), hingga Beef Bulgogi Marinated Sauce (H-1).

Menghidangkan masakan korea dengan konsep fusion food, Kimbab Chingu mengandalkan menu Kimbap/Gimbap. Makanan berbahan baku beras yang digulung rumput laut ini sekilas memang mirip sushi. Tetapi berbeda.

Mencicipi menu Kimbab Chingu, membuat kamu serasa di Korea. Monica mengungkapkan, untuk menjaga brand dan bisa dikenal, kualitas rasa dan bahan baku selalu dijaga.

“Untuk bahan baku beras yang menjadi bahan baku utama Kimbap/Gimbap, kita pakai yang berkualitas,” jelas wanita yang lahir pada 28 Januari 1991 tersebut.

Beda Gimbap/Kimbap dengan Sushi

Dikarenakan masih ada beberapa orang yang kurang mengerti apa perbedaan sushi dengan kimbap/gimbap. Maka penjelasannya seperti ini, “Kalau sushi Jepang itu pakai cuka di berasnya. Trus kebanyakan makanannya itu mentah. Sedangkan kimbap/gimbap Korea tidak pakai cuka. Nah, untuk Kimbab Chingu ini, kita mengangkat konsep fusion dalam mengolah masakan. Jadi untuk kimbap/gimbap kita ada sedikit perbedaan rasa dengan yang di Korea sana,” kata wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Shanghai China itu.

Monica mengungkapkan, pihaknya terus menjaga kualitas rasa dan bahan baku. “Bahan kita nda pernah ganti. Kita tetap bertahan dengan bahan-bahan berkualitas. Jadi meskipun kita harga bahan baku yang kami gunakan mengalami kenaikan, orang tidak masalah,” katanya lagi.

Pemasaran di Media Sosial

Monica mengaku membuka usahanya itu sejak 2014 silam. Sejak dia mulai, Kimbab Chingu dijual dengan memanfaatkan media sosial serta aplikasi perpesanan instan.

“Kami dulu mengandalkan jasa antar kurir sendiri. Kita buka lowongan kerja di OLX. Waktu itu, nama awalnya adalah Momo Kimbab. Lalu berubah menjadi Kimbab Chingu. Kata Chingu itu bahasa Korea yang artinya teman sedangkan Kimbab itu sushi Korea,” katanya.

Saat ini, promosinya terus aktif via media sosial. Sementara, untuk pengantaran tetap mengandalkan jasa order online seperti grab dan gofood.

Jaga Hubungan dengan Pelanggan

Monica Wujaya, Owner Kimbab Chingu

Untuk bertahan di tengah derasnya persaingan usaha, Monica mengaku perlu menjalin hubungan yang kuat dengan pelanggan.

“Supaya mereka merasa memiliki kita juga. Intinya, jangan sampai sekedar pembeli dan penjual tapi lebih ke membangun pertemanan, seperti nama yang kita pakai, Kimbab Chingu (Dalam bahasa Korea, Chingu artinya teman),” kata dia.

Kimbab Chingu tidak cuma mengejar omset. Tetapi juga membangun brand. “Jadi kita selalu evaluasi, menerima saran membangun dan kritikan dari pelanggan kita. Masukan itu biasanya melalui tag atau pesan dm di media sosial yang kami kelola,” kata dia lagi.

Awal Mula Monica Wijaya Merintis Kimbab Chingu

Monica Wijaya menempuh pendidikan yang cukup panjang di luar negeri. Setelah kuliah di Singapura, dia lanjut sekolah bahasa ke Shanghai China.

Monica mengaku sempat ingin melamar kerja, namun karena gajinya tidak sesuai, dia memilih untuk membuka usaha.

“Sehingga saya coba buat (kimbab) untuk kemudian ditawarkan di seminar-seminar dan beberapa sekolah, tante saya salah satu yang membantu untuk menawarkan dagangan ini”, jelas dia.

Salah satu pendorong banyaknya orang yang suka Kimbab Chingu, karena budaya Korea sudah dikenal masyarakat.

“Rata-rata kalau orang suka nonton korean drama, pasti mereka sudah tidak asing dengan Kimbab Chingu ini. Benar benar tidak ada lagi yang bertanya apa ini ce’ mereka sudah sangat paham karena sering mereka jumpai di serial korean drama. Jadi, usia 18 tahun (umum) sampai 45 tahun. Jajanan Kimbab Chingu ini sendiri jajanan umum yang halal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini