Libur Nyepi, Pemerintah Kabupaten Jeneponto Manfaatkan untuk Kerja Bakti

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Wakil Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, Sekda Syafruddin Nurdin, Dandim 1425 Letkol Arh Sugiri dan sejumlah ASN dan anggota Kodim lakukan kerja bakti di stadion Turatea

Terkini.id,Jeneponto – Bupati Jeneponto terus mengupayakan normalisasi kebersihan pasca banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Jeneponto pada bulan Januari lalu yang mengakibatkan sejumlah kerusakan dan menyisakan tumpukan sampah dan puing-puing runtuhan pagar rubuh.

Upaya itu dilakukan dengan terus bergerak melakukan pembersihan seperti yang dilakukan hari ini Kamis, 7 Maret 2019 di Stadion Mini Turatea yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada 22 Januari 2019 lalu.

Terlihat, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Wakil Bupati Jeneponto H. Paris Yasir,  Sekda Syafruddin Nurdin, Dandim 1425 Letkol Arh Sugiri dan sejumlah  ASN lakukan kerja bakti di stadion Turatea.

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan itu untuk memanfaatkan hari libur hari Raya Nyepi dalam mengupayakan normalisasi kebersihan pasca banjir bandang.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mengisi hari libur untuk membersihkan sampah dan puing puing bekas banjir yang masih banyak tersisa di sekitar wilayah stadion, masih banyak  sisa sisa tembok yang ambruk diterjang Banjir bandang beberapa waktu yang lalu,” kata Iksan Iskandar.

Sementara, Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin menuturkan awal mula pembangunan Stadion Mini Turatea.

“Stadion ini dibangun pada zaman Palengkey Daebg Lagu menjabat Bupati,  Ini dibangun tanpa APBD Karena melalui swadaya masyarakat, oleh karena itu kita akan berusaha untuk memperbaikinya tanpa menggunakan APBD juga tapi melalui swadaya masyarakat,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Jeneponto

Bupati Tegur Sekwan DPRD Jeneponto Karena Hal Ini

Terkini.id,Jeneponto - Bupati Kabupaten Jeneponto, Iksan Iskandar mengkritik beberapa rangkaian pelaksanaan rapat paripurna DPRD Jeneponto pengesahan 16 Ranperda tahun 2019.Kritikan Bupati Jeneponto itu ditujukan