Terkini.id, Makassar – Beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah berada pada zona penyebaran COVID-19 yang berbeda. Lima wilayah di tingkat kabupaten dan Kota di antaranya telah dikategorikan sebagai zona kuning.
Kelima wilayah yang berada di zona kuning tersebut yaitu Barru, Kepulauan Selayar, Tana Toraja, Bulukumba dan Kota Palopo.
Dengan ditetapkannya wilayah ke zona kuning, kelima wilayah tersebut dapat mempersiapkan pelaksanaan aktivitas masyarakat aman COVID-19 dan produktif.
Menyikapi perkembangan situasi ini, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengajak semua pihak untuk beradaptasi kebiasaan baru.
“Inilah yang kita coba dorong. Kita akan bersama-sama teman-teman di kabupaten-kota untuk membuat sebuah peraturan atau aturan-aturan yang dapat membuat masyarakat lebih disiplin, lebih sadar terutama dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Gubernur Nurdin melalui seperti dikutip dari laman resmi BNPB.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Ia berpesan bahwa pandemi COVID-19 ini merupakan ancaman bagi kita semua. “Kita belum punya vaksin dan obat dan jangan mudah kita terprovokasi dari orang-orang yang tak bertanggung jawab,” katanya.
Menyikapi berita hoaks di tengah penanganan COVID-19 ini, Gubernur mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi. Ia telah meminta pihak berwenang untuk mengusut permasalahan ini.
Hoaks dapat membuat masyarakat bimbang. Menurutnya, Kota Makassar dan wilayah lain di Sulawesi Selatan sudah sangat ketat menjaga diri.
“Belakang ini ada isu yang tidak bertanggung jawab, seolah Covid ini sebuah skenario untuk memperkaya rumah sakit dan dokter,” ujarnya.
Hoaks sangat mengganggu upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.
“Kami tidak menyerah dan tetap optimis untuk mengedukasi masyarakat,” ucapnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2 di Sulawesi Selatan. Selain edukasi terus menerus kepada masyarakat, pemerintah daerah melakukan secara aktif contact tracing untuk menemukan orang-orang yang menularkan, termasuk orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP).
“Kami melakukan tes PCR maupun rapid test. Kami sungguh bersyukur mampu meningkatkan di kabupaten-kota dari 350 specimen per hari menjadi 800 per hari,” ucarnya.
Hingga kemarin, Selasa (9/5), kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan berjumlah 2.194. Terdapat penambahan kasus sebanyak 180 kasus dari satu hari sebelumnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
