Lawan Corona, Jokowi Tetapkan Masa Pembatasan Sosial Skala Besar dan Larang Mudik Lebaran

Terkini.id, Jakarta – Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman mengungkapkan aturan soal larangan mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19 akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres).

Aturan itu masih dalam tahap rancangan dan akan segera dirilis dalam waktu dekat. “Pemerintah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai dasar hukum pengaturan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah untuk mencegah persebaran COVID-19,” kata Fadjroel dalam keterangan tertulis, Senin 20 Maret 2020.

Fadjroel pun mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta semua elemen masyarakat tetap fokus pada pencegahan meluasnya COVID-19 dengan mengurangi mobilitas antar daerah. Ia mengingatkan, kebijakan tentang mudik adalah untuk memutus mata rantai persebaran virus Corona.

Pemerintah, kata dia, juga gencar mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik selama pandemi COVID-19. Bagi masyarakat yang telanjur mudik, diminta meningkatkan pengawasan dan protokol kesehatan, tetapi tidak melakukan screening secara berlebihan.

“Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keselamatan rakyat merupakan hal utama yang diupayakan pemerintah di tengah pandemi COVID-19. Artinya, keselamatan rakyat ialah hukum tertinggi,” kata Fadjroel.

Baca juga:

Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri membahas tentang mudik, Senin 30 Maret 2020. Dalam rapat tersebut Presiden menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X tentang pergerakan mudik.

Ia mengatakan, status tanggap darurat Jakarta membuat masyarakat mudik hingga 14 ribu orang dalam 8 hari terakhir dengan mayoritas pemudik adalah pekerja informal dan harian.

Mereka mudik karena kehilangan pendapatan akibat kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19. Jokowi mengaku, jumlah tersebut masih belum termasuk pemudik lewat noda transportasi lain seperti kapal laut, pesawat terbang maupun kendaraan pribadi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan pentingnya pengaturan ketimbang hanya imbauan.

Sebab, angka mudik pada tahun 2019 sangat besar. Arus mudik pada tahun 2019 lalu menyebabkan pergerakan manusia hingga 19,5 juta. Ia khawatir pergerakan orang sebanyak itu justru mengakibatkan penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin luas. Oleh karena itu, Jokowi menekankan pemerintah kini berfokus untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan membatasi pergerakan orang.

Komentar

Rekomendasi

Heboh Sejumlah Wisatawan Berkemah di Bukit Alas Bandawasa di Tengah Pandemi

Fotonya Heboh, Ini Klarifikasi Pria Bertato Indonesia yang Ikut Demo George Floyd

Presiden Jokowi Memaknai Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Dipecat dan Dipenjara, Inilah Polisi yang Menindih Leher George Floyd Hingga Tewas

Terekam CCTV, Palang Pintu Jalanan di Perkampungan Mendadak Bergerak Sendiri

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar