Liputan Demonstrasi Perempuan, Seorang Jurnalis Dipukul Anggota Taliban dengan Gagang Senapan

Liputan Demonstrasi Perempuan, Seorang Jurnalis Dipukul Anggota Taliban dengan Gagang Senapan

SW
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Saat hendak melakukan liputan demonstrasi perempuan di ibu Kota Afghanistan yang sedang berjalan dekat gedung Kementerian Pendidikan ke Kementerian Keuangan, seorang Jurnalis dipukul anggota Taliban dengan gagang senapan.

Kejadian tersebut, selain dipukul dengan gagang senapan oleh anggota Taliban. Ia juga melontarkan sumpah serapah serta menendang punggung fotografer tersebut.

Sementara sejumlah anggota Taliban lain juga ikut memukuli fotografer asing. Selain itu, setidaknya dua jurnalis lain juga dipukuli ketika berusaha kabur dari kejaran Taliban.

Diketahui,Hal tersebut berawal saat sekitar 20 perempuan yang mengenakan jilbab warna-warni tersebut dilaporkan menggelar aksi sekitar pukul 10.00 dan menyebabkan kemacetan.

Sebelum pukul 10.00 pagi waktu setempat. Taliban mengizinkan para perempuan itu menggelar aksi sekitar satu jam setengah.

Baca Juga

Seorang demonstran pun mengatakan bahwa salah satu tuntutan mereka, “Jangan politisasi pendidikan.”

“Kita tak punya hak untuk belajar dan bekerja, dan menganggur, miskin dan lapar,” kata demonstran itu.

Beberapa anggota Taliban mengawal aksi itu. Mereka mengenakan perlengkapan tempur kamuflase lengkap, termasuk pelindung tubuh, helm, dan pelindung lutut. Beberapa yang lain mengenakan pakaian tradisional Afghanistan. Mereka juga melengkapi diri dengan senapan serbu M16 buatan AS dan AK-47.

Dikutip dari CNN. Kamis, 21 Oktober 2021. Salah satu inisiator aksi, Zahra Mohammadi, mengatakan bahwa para perempuan tetap melakukan aksi meskipun mereka menghadapi risiko.

“Sekolah harus dibuka untuk perempuan, tapi Taliban merenggut hak itu dari kami,” katanya.

Sekolah menengah untuk anak-anak perempuan memang telah ditutup selama lebih dari sebulan. Banyak perempuan pula dilarang kembali bekerja sejak Taliban menguasai Afghanistan pertengahan Agustus lalu.

“Pesan saya untuk semua anak-anak perempuan dan perempuan adalah ini: ‘Jangan takut dengan Taliban, bahkan jika keluargamu tak mengizinkan kamu meninggalkan rumah,” ucap Mohammadi.

Ia terus menyerukan agar tak takut dan keluar rumah sebagai cara mengakhiri penderitaan.

“Berjuang untuk hak-hak kamu. Kita harus membuat penderitaan ini (berakhir) sehingga generasi ke depan akan damai,” tuturnya.

Anak-anak juga terlihat di tengah kerumunan aksi tersebut, meskipun tak jelas mereka ikut serta dalam demonstrasi itu atau tidak.

Sejak Taliban memimpin, beberapa kali protes perempuan meletus di Afghanistan. Para demonstran menentang kelompok itu dan menuntut hak-haknya dipenuhi, terutama hak agar bisa kembali bekerja dan belajar.

Penduduk Afghanistan saat ini disebut lebih berani ketimbang saat Taliban memimpin medio 1990-an.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.