“Setiap laporan akan ditindaklanjuti. Seluruh OPD bergerak bersama sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan publik secara cepat, tepat, dan efektif,” ungkap Roem.
Beragam persoalan dapat dilaporkan masyarakat melalui LONTARA+, mulai dari jalan rusak, lampu lorong padam, persoalan air bersih, persampahan, drainase, pohon tumbang, gangguan ketertiban, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Roem menegaskan, keberhasilan implementasi LONTARA+ tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.
“Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Wali Kota yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Selain dapat diakses secara gratis selama 24 jam setiap hari, aplikasi LONTARA+ juga memungkinkan masyarakat memantau progres penyelesaian setiap laporan secara real time sehingga pelayanan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
- Rayakan HUT Ke-14, Browcyl Tebar Promo Diskon 10 Persen dan 1.400 Hadiah, Ada Grand Prize Emas
- Lontara+ Jadi Andalan Pemkot Makassar, Muhammad Roem Paparkan Strategi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- Modal Rekor dan Kemenangan, Ramadhipa Incar Podium di Seri Jerez Moto3 Junior 2026
- Persenijar PGRI Sulsel Digelar di Sidrap, Gubernur: Saya Tidak Bisa Bikin Apa-Apa Kalau Bukan karena Guru
Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Forum Komdigi. Sejumlah kepala dinas Kominfo dari berbagai kota anggota APEKSI aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi koordinasi lintas OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan masyarakat, hingga penguatan komitmen pimpinan daerah dalam mendukung transformasi digital.
“Banyak yang bertanya mengenai pola koordinasi antar-OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga bagaimana komitmen pimpinan daerah dibangun agar seluruh perangkat daerah memiliki semangat yang sama dalam menjalankan transformasi digital,” tutur Roem.
Ia mengungkapkan, sejumlah pemerintah kota bahkan menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung ke Kota Makassar guna mempelajari secara langsung penerapan LONTARA+ sebagai salah satu model pelayanan publik berbasis digital.
“Kami, Kota Makassar siap berbagi pengalaman agar inovasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi daerah lain. Semoga kolaborasi antardaerah melalui APEKSI semakin memperkuat transformasi digital pelayanan publik di Indonesia,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
