Terkini.id, Makassar – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Ahmad Hendra Hakamuddin mencatat sejauh ini korban terdampak banjir sebanyak 239 jiwa atau 67 KK.
Penyintas banjir tersebut terjadi di dua kecamatan, yakni Manggala dan Biringkanaya. Ia mengatakan sudah ada lima titik pengungsian.
“Ada tujuh perahu karet yang disiapkan dengan petugas lapangan 60 personel,” kata Ahmad, Sabtu, 24 Desember 2022.
Adapun 60 personel tersebut, antara lain, 35 di antaranya adalah tim evakuasi, sementara tim asesemen 15 orang, serta tim medis sebanyak 10 anggota.
Selain banjir, sejumlah pohon pun ikut tumbang dan menyebabkan korban. Ahmad mengatakan upaya pemenuhan dasar korban terdampak pohon tumbang dan banjir dalam bentuk pemenuhan pangan, sandang, air, dan sanitasi.
- Hadapi Banjir hingga Cuaca Ekstrem, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
- SALAMA Jangkau 18.090 Anak, BPBD Makassar Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
- Tinjau Lokasi Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Kawal Langsung Pemulihan 19 KK Terdampak
- Kunjungi Korban Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
- BPBD Makassar Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur, Tindak Lanjuti Aduan Warga
“Layanan kesehatan telah dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui OPD, TNI dan Polri serta relawan dan organisasi lainnya,” ucap Ahmad.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini bencana banjir pesisir atau banjir rob di tujuh wilayah di Sulsel.
Peringatan dini banjir pesisir ini berlaku sejak Jumat-Minggu, 23-25 Desember 2022.
“Peringatan dini banjir pesisir (ROB). Berlaku tanggal 23-25 Desember 2022,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Dalam keterangan tersebut, BMKG juga menjelaskan potensi banjir pesisir tersebut dipicu oleh adanya aktivitas pasang air laut dalam skala maksimum yang disertai kondisi gelombang tinggi.
“Adanya aktivitas pasang air laut maksimum disertai kondisi gelombang tinggi yang dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di Utara Australia (1000 hPa) berpotensi memicu terjadinya banjir,” tulisnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
