Mahasiswa Ikut Olah Lahan Petani Menggunakan Alsintan, Pertanian Jangan Berhenti

Mahasiswa Polbangtan Gowa Olah Lahan Menggunakan Alsintan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berharap penerapan alsintan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usahatani, baik saat secara on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usahatani sehingga meningkatkan pendapatan petani. Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan ini, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Generasi muda atau disebut juga pemuda milenial, menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.

“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian,” urai Dedi.

Baca juga:

“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.

Sehubungan dengan arahan Mentan Syahrul dan Kepala BPPSDMP kementan, Prof. Dedi, Mega Arianti yang merupakan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, langsung tancap gas dengan melakukan Kegiatan pendampingan terhadap kelompok tani oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa pada hari Kamis, 14 Mei 2020.

Bertempat di Kelompok Tani Tompobalang I Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Kegiatan dimulai dari pemberian pupuk pada padi yang berumur kurang lebih 2 minggu. Dan dilanjutkan dengan kegiatan kedua yakni menanam dengan menggunakan transplanter. Varietas padi yang ditanam adalah Mekongga yang merupakan bantuan benih dari pemerintah. Jarak tanam yang digunakan adalah jajar legowo 2:1 dan tanduk jajar,” ujar Mega.

Sistem pengairannya yaitu dengan menggunakan pompa irigasi dan pompanisasi. Adapun luas sawah yang dikelolah oleh Kelompok Tani Tompobalang I yaitu seluas 25 hektar. Semoga apa yang kamı lakukan saat ini, bisa membantu pemerintah dalam ketersediaan pangan ditengah pandemi covid-19,” ungkap Mega.

Demi mendukung pemerintah, Polbangtan Gowa sendiri akan selalu aktif dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan program pemerintah terkhusus kementerian pertanian dengan melibatkan seluruh civitas akademik dan mahasiswa.

“Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” tegas Dedi.

Mahasiswa Polbangtan adalah salah satu insan muda pertanian yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Mereka adalah generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian. Terlebih di tengah mewabahnya Covid-19. (MUZ).

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar