Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa serentak melaporkan keberadaan mereka di Dinas Pertanian/Peternakan Kabupaten/Kota dimana mereka tinggal. Saat ini mereka menjalani kegiatan belajar dari rumah selama pandemi Covid-19, namun mereka juga diberi tugas tambahan untuk mendampingi kelompok tani yang berada disekitar tempat tinggal mereka, ujar Dr. Kartika Ekasari, Wakil Direktur I Polbangtan Gowa. (11/05).
Jadi beberapa bulan kedepan, seluruh mahasiswa akan mendampingi masing-masing 1 kelompok tani, itu minimal. Semua kegiatan mereka tetap harus mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini. Itu sudah kami tekankan ketika melakukan Bimbingan Teknis secara virtual. Semua kegiatan mereka akan dipantau oleh masing-masing pembimbing dan melalui prosedur social dan physical distancing, ujar Kartika.
Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP saat ini telah “merumahkan” seluruh mahasiswa dan melakukan pembelajaran mahasiswa melalui metode daring (onine) Learning From Home(LFH) dan memberikan tugas tambahan kepada mahasiswa di lapangan untuk mendampingi petani dan bersama penyuluh berkontribusi untuk ketahanan pangan melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).
Sistem pembelajaran jarak jauh merupakan langkah yang ditempuh oleh Polbangtan Gowa guna menuju sistem edukasi 4.0. Kami sudah menyiapkan sistemnya, dengan aplikasi Smartcampus kami melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, baik itu melalui pemberian materi di kelas, video conference maupun kegiatan akademik yang lain, kebijakan untuk meniadakan proses pembelajaran secara tatap muka mengacu pada maklumat pemerintah tentang larangan untuk berkumpul dalam jumlah besar dan perlunya penerapan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19, tambah Kartika.
Pertanian harus tetap produktif untuk menghasilkan ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Diharapkan, melalui pendampingan mahasiswa Polbangtan Gowa di Kelompok Tani selama penyebaran wabah Covid-19, dapat turut membantu petani agar stok pangan aman.
- Transparan, Dinkes Jeneponto Ungkap Temuan Bakteri dan Histamin Penyebab 29 Anak Sakit Usai Makan MBG
- Dukung Pendidikan, Pegadaian Salurkan Beasiswa bagi Puluhan Siswa Berprestasi di Maros
- Polbangtan Kementan Bongkar Strategi Publikasi Internasional untuk Percepat Karier Dosen
- Kampus-kampus Garap Dapur MBG Demi Pemasukan, Segini Keuntungan yang Diraup Unhas dari Dapur MBG
- Ketua PHRI Sulsel Apresiasi Langkah Pemerintah Tekan Harga Tiket Pesawat
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang kerap disapa SYL mengatakan bahwa seluruh jajaran Kementerian Pertanian kerja ekstra ditengah pandemic COVID-19.
267 juta penduduk Indonesi tidak boleh bersoal, “Kalau perut rakyat bersoal, maka tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan,” ungkapnya.
Hal senada juga ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi.
“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya perawat, dokter ataupun tenaga medis lainnya tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi”, ujar Dedi.
Ditempat terpisah, Direktur Polbangtan Gowa Dr. Syaifuddin mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan yang nantinya akan menambah pengalaman lapangan mahasiswa yang ditugaskan, tugas ini termasuk tugas mulia bagi mereka karena ditengah Pandemi Covid-19 mereka tetap berkontribusi bagi negara dalam meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan pertanian tidak pernah berhenti.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
