Terkini.id, Makassar – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) melakukan deklarasi pemilu aman dan damai di Kota Makassar, Jumat 25 Januari 2019.
Deklarasi pemilu damai dirangkaikan dengan bincang-bincang bersama jurnalis di Bar Kopi Jalan Toddopuli Raya. Bincang mahasiswa bersama media difasilitasi Lembaga Mata Air.
Diskusi menitikberatkan pada persoalan masyarakat sebagai pemberi mandat atas kekuasaan politik. Mandat ini disebut melekat pada partai politik dan para calon wakil rakyat yang akan bersaing dalam pemilu.
“Harapan masyarakat adalah kesejahteraan, keamanan, dan keadilan,” kata Bastian perwakilan dari GMKI.
Menurut Bastian, dalam sistem demokrasi sekarang ini, seluruh masyarakat akan berpartisipasi.
- Wawali Makassar AMI Terima Audiensi MPM UNM, Bahas Pekan Parlemen 2026
- Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani PKL dan MTA di Industri RPA
- Grab Sambangi Makassar, Ajak Lebih dari 4.000 Mahasiswa Eksplorasi Potensi Diri
- Mahasiswa Desak Kejaksaan Usut Calon Bupati Gowa yang Diduga Bermasalah Terkait ini
- Seorang Mahasiswa di Makassar Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Lansia 70 Tahun
Bastian mengatakan, sistem demokrasi yang dibangun didasarkan kepada pemberian ruang aspiratif dan partisipasi seluas-luasnya kepada seluruh warga negara. Menuntut adanya pemerataan kekuasaan, pemerataan tanggungjawab, dan pemerataan wewenang.
Sistem ini akan melahirkan suatu sistem ketatanegaraan dan sosial yang kuat. Jika kaidah dan prinsip-prinsip demokrasi itu dijalankan sesuai norma yang ada.
Kedamaian adalah adanya integrasi sosial yang kuat dalam konsepsi dan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Harus menjadi komitmen bersama dari seluruh partisipan politik baik individu, kelompok, maupun organisasi.
“Dan cara kampanye hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang tepat dan memiliki edukasi kepada masyarakat,” ujar Bastian.
Aktivis HMI Harry Suratman Rusman mengatakan, pemerintahan sekarang sudah bagus. Harapannya bagaimana Indonesia lebih baik dari sekarang. Baik ekonomi dan infrastruktur.
“Jangan tercerai berai dan terpecah belah,” ujar Harry.
Menurutnya, Pemilu ke depan harus aman dan damai. Tidak terkontaminasi paham yang tidak sesuai dengan Pancasila.
Bukan hanya pemuda dan mahasiswa saja yang menginginkan pemilu aman dan damai.
“Semua harus bergandeng tangan terutama kita di Sulsel,” ujar Akbar Haruna, Koordinator KAMRI.
Menurut Akbar, perbedaan pada satu persoalan saja terkadang akan menimbulkan masalah. Maka dari itu perbedaan-perbedaan yang ada sedapat mungkin harus dijaga.
“Agar tidak menimbulkan konflik yang lebih luas,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
