Mahasiswa Polbangtan dan Penyuluh Kostratani Mengambil Ubinan, Sinergitas di Masa Pandemi

Mahasiswa Polbangtan Gowa Lakukan Pengambilan Ubinan

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sektor pertanian menjadi andalan dan harapan bahkan tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. “Merupakan tanggung jawab bersama dalam menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia dan merupakan kekuatan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku dan pemerhati pembangunan pertanian,” tegas SYL.

Petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan terjadi di Indonesia. Untuk itu, Mentan mengajak semua pihak untuk bekerja keras dalam menghadapi krisis pangan dunia. Menurutnya, tantangan tersebut bisa dihadapi dengan dua langkah, yaitu dengan penanaman yang cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat,” julas Mentan SYL.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi, meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

Keterlibatan mahasiswa di tengah pandemic Covid-19, sangat diharapkan. Hal ini sejalan dengan instruksi dan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pertanian tidak boleh berhenti,” tegas Prof. Dedi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Natasya yang merupakan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, menunjukkan kemampuannya kepada para petani pada kegiatan pengambilan ubinan padi sawah. Jumat (15/05).

Baca juga:

Natasya tidak sendiri, juga ikut mahasiswa lainnya yakni Suci Anggeraeny dan Trie Vidia Ramadanti unto mengambil ubinan di Kelompok Tani Pammanu, kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu. Kami didampingi. H. Hasking.SP selaku Kepala BPP/Kostratani Kec. Belopa Utara, Ketua Poktan pammanu, dan penyuluh setempat.

Kegiatan pengambilan ubinan sawah padi tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah padi yang di hasilkan dalam lahan tersebut dalam satu musim tanam.
Kami dibantu penyuluh setempat dan di awasi langsung oleh kepala BPP kec.belopa Utara melaksanakan kegiatan pengambilan sampel ubinan padi sawah yang ada di lokasi kemudian untuk mengetahui berat sampel ubinan kemudian di timbang untuk mengetahui berat padi yang ada dalam ukuran ubinan tersebut,” ungkap Natasya.

Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi global Covid-19.

Menurutnya, kegiatan ini terjadi karena sesuai arahan Menteri Pertanian, untuk seluruh mahasiswa Polbangtan harus ikut andil dalam mengawal tetap tersedianya pangan di masa pandemi Covid-19 ini. Arahan ini juga dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian,” pungkas Natasya. (MUZ).

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar