Mahasiswa UMI Dibunuh, Pelaku Tikam Punggung Korban

Terkini.id, Makassar – Polrestabes Makassar menangkap pelaku tindak pidana penyerangan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Kamis 14 November 2019.

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs Adnas Msi didampingi Kasat reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko SIK dalam konferensi pers mengungkapkan ketiga pelaku telah diamankan.

“Ketiganya masing-masing lelaki IR (20), lelaki SA (20) dan seorang yang diduga kuat sebagai eksekutor berinisial MY alias Ucil (19),” jelas Adnas saat konferensi pers di di Aula Mappaodang Polrestabes Makassar, Kamis 14 November 2019.

“Ketiga pelaku diamankan di berbagai tempat berbeda oleh Jatanras Polrestabes Makassar, lelaki IR dan SA diamankan di rumah kosnya di Kota Makassar sedangkan lelaki MY alias Ucil yang diduga kuat sebagai eksekutor diamankan pada hari rabu 13 November 2019 di tempat persembunyiannya di Kabupaten Barru,” ucap Wakapolda Sulsel.

Penetapan ketiganya sebagai pelaku yang diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI.

Penetapan tersangka terhadap ketiga pelaku tersebut berawal saat petugas mengamankan sedikitnya 15 orang mahasiswa.

Dari 15 orang tersebut, mengerucut menjadi tiga orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Satu dari tiga tersebut, diketahui adalah eksekutor yang menikam dengan menggunakan senjata tajam jenis badik terhadap korban AL pada bagian punggung hingga meregang nyawa.

Lebih jauh, Wakapolda Sulsel menjelaskan, kami dari pihak kepolisian telah bicara dengan pihak rektor UMI untuk berupaya semaksimal mungkin bagaimana mencegah secara kongkrit agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi terus menerus serta bagaimana caranya mahasiswa ini tidak berkelompok kelompok dan saling bersinggungan.

Oleh sebab itu kita kita akan membuat konsep bersama pihak kampus dan melibatkan pemerintah daerah supaya tidak terjadi lagi penyerangan seperti ini, ungkapnya.

Saya telah menemui rektor dan kami akan melakukan langkah – langkah untuk bagaimana mencairkan bahwa mahasiswa di UMI tidak lagi terkelompok – kelompok atau berkotak kotak “jangan membawa nama daerah”, pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini