Masuk

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pendampingan Pembuatan Logo Merek UMKM Uhat KLB

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mahasiswa Universitas Negeri Malang sukses gelar Pendampingan Pembuatan Logo Merek pada UMKM Uhat KLB.

Adapun UMKM Uhat KLB sendiri terletak di Jalan Pelabuhan Ketapang 1, RT.9-RW5, Bakalankrajan, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut didasarkan adanya mata kuliah Pengembangan Wawasan Manajerial (PWM) pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: Sepanjang 2022, Pemprov Sulsel Beri Sertifikasi Gratis bagi Ribuan UMKM

Secara khusus pendampingan tersebut bertujuan untuk membedakan produk Uhat KLB dengan pesaing tahu yang lainnya. 

Adapun bisnis UMKM Uhat KLB sendiri merupakan sebuah bisnis keluarga yang dulunya merupakan bisnis krupuk.

“bisnis ini di dirikan secara turun-menurun sejak 20 tahun yang lalu, dimana bisnis keluarga ini dulunya adalah bisnis krupuk, pelaku usahanya yaitu Ibu kandung saya. Tujuan didirikan bisnis tersebut untuk membantu perekonomian keluarga.” ucap Ibu Dita selaku pemilik UMKM Uhat KLB.

Baca Juga: Pemkot Makassar Stimulus UMKM Lewat Lorong Wisata

Namun sejak berdirinya usaha tersebut, belum ada logo merek yang digunakan sebagai merek dagang UMKM Uhat KLB.

Logo merek itu sendiri mampu mencerminkan sebuah identitas dari perusahaan agar lebih dikenal banyak orang, oleh karena itu membangun brand adalah hal yang penting dalam sebuah bisnis.

Maka dari itu Mahasiswi Haya Nur Safa’atin dan Andika Wulan berinisiatif untuk melakukan pendampingan pada UMKM Uhat KLB terkait logo merek usaha tersebut.

Dalam pendampingannya, Nur Safa’atin mengusulkan untuk membuat logo yang berwarna cokelat dan kuning serta terdapat logo mahkota di atas nama UMKM Uhat KLB. 

Baca Juga: Banjir di Semarang, 2 Mahasiswa Meninggal Diduga Kesetrum Listrik

“warna pada logo tersebut di dominasi warna coklat yakni identik dengan warna bumi, kayu, batu, yang artinya adalah warna alami. Sehingga penggunaan warna coklat sebagai dasar pembuatan tahu menggunakan warna alami, seperti pada pembuatan tahu kuning UMKM Uhat KLB.” ungkap Nur Safa’atin saat dihubungi Terkini.id Selasa 8 November 2022.

“Desain logo merek tersebut yakni berbentuk lingkaran yang memiliki makna sesuatu yang berulang atau tidak terputus. Harapannya produk dari Uhat KLB ini mampu menjadi produk pilihan masyarakat khususnya warga Malang untuk selalu dikonsumsi secara berulang” tambahnya.

Lebih lanjut, Mahasiswa Andika Wulan menambahkan, dengan adanya pendampingan pembuatan logo ini konsumen akan mudah meingat tahu KLB.

“harapannya dengan adanya pendampingan pembuatan logo pada UMKM Uhat KLB yakni membangun sebuah brand untuk mudah mengingat tahu KLB, mengenal tahu KLB. Selain itu, dengan adanya brand tersebut akan mempengaruhi psikologi konsumen untuk melakukan pembelian pada tahu KLB.” ungkapnya.

Kedua mahasiswi tersebut menegaskan usai melakukan kegiatan pendampingan, besar harapan mereka agar tahu KLB semakin dikenal masyarakat khususnya warga Malang.