Lihat, Ternyata Begini Cara Unhas Bina Pelaku UMKM

Unhas bina pelaku UMKM

Terkini.id,Makassar Kebanyakan pelaku UMKM masih kurang tahu tentang konsep inti pemasaran, salah satu konsep inti adalah mendefenisikan need dan want dari produk yang akan dijual di pasar.

Need dan want dapat diartikan mendefenisikan kebutuhan dan keinginan konsumen terlebih dahulu, dengan cara riset, baru kita mendesign produk/jasa produk berdasarkan kebutuhan dan keinginan pasar itu tanpa ini produk kita tidak akan laku.

Hal ini dipaparkan oleh Dr.Jusni, SE,MM pakar pemasaran dan akademisi FEB Unhas dalam Program akselerasi bisnis UKM 2019 yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Microfinance Universitas Hasanuddin bertempat di ruang pelatihan Simpedes, Gedung Centre of Microfinance BRI Unhas, kampus Tamalanrea tanggal 18 Mei 2019.

“Kegiatan ini diikuti 25 Pelaku UMKM merupakan perwakilan pelaku UMKM binaan dari Pertamina, Pegadaian, Bank BRI dan beberapa komunitas UKM seperti SEI (Smart Entreprenuer Indonesia), POSKO, dan Mutiara timur,” tuturnya.

Dikatakan pula bahwa program akselerasi bisnis UKM 2019 didesain memberikan pengetahuan bagi pelaku UMKM terhadap bisnis dan manajemen usaha.

“Adapun bentuk kegiatannya seperti pelatihan, mentoring, coaching dan business matching. Harapanya mereka mampu meningkatkan tata kelola bisnis sehingga dapat berkelanjutan,” urainya.

Diketahui bahwa Pusat Unggulan Microfinance Unhas adalah salah satu unit penunjang non akademik yang telah diresmikan oleh Wakil President RI Jusuf Kalla, Sabtu 23 Juni 2018 lalu.

“Pusat ini  memilki fungsi mengembangkan kemampuan pelaku UMKM dalam hal pengelolaan bisnis dan kuangan mikro. Selain itu menyelenggarakan program Magister Microfinance bagi profesional dan pelaku Start up,” terangnya.

Prof.Dr.Gagaring Pagalung selaku Ketua Pusat Unggulan Microfinance Unhas ini mengatakan bahwa sebagai Universitas Hasanuddin merupakan perguruan tinggi pertama yang memiliki centre of microfinance di Indonesia, bekerjasama dengan Bank BRI.

Sejak diresmikan sudah banyak program yang telah dilakukan seperti pelatihan dan penelitian. Beberapa diantaranya kerjasama dan bersinergi dengan FTA Centre menginisiasi UKM siap ekspor.

“Pelatihan akuntansi keuangan mikro didukung oleh IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia), Pelatihan Business Model bekerjasama dengan IMA (Indonesia Marketing Association),”lanjutnya.

Lily Nuryah, pemilik brand Bunly (kacang kemasan) yang juga Ketua SEI mengatakan sangat menyambut baik kegiatan ini dan sebagai UKM merasa penting untuk selalu mengupdate pengetahuan bisnisnya dengan ikut program ini.

Dr.A.M.Nur Baumassepe, MM selaku ketua program akselerasi bisnis UKM mengatakan bahwa program akselerasi bisnis UKM 2019 ini berlanjut hingga akhir tahun, pelaku UKM dapat mendaftar terlebih dahulu via online di bit.ly/microfinanceunhas2019 kemudian akan diundang mengikuti program-program selanjutnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Ayo Sukseskan Bakti Riset LPM Penalaran UNM

Terkini.id, Makassar - Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar ( LPM Penalaran UNM ) akan menggelar kegiatan Bakti Riset dengan tema “Riset Membumi
Kampus

UIN Alauddin Luncurkan Fasilitas Bank Sampah

Terkini.id, Gowa - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis melaksanakan Launching Bank Sampah Eco Healthy di Belakang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK),