Terkini.id, Makassar – Sekretaris NU Kota Makassar Usman Sofyan menegaskan bahwa menerima perbedaan adalah keharusan dalam rangka merawat kerukunan antar umat beragama.
Ahmad Nurwakhid, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membeberkan terdapat 33 juta penduduk Indonesia terpapar paham radikalisme.
Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar memberikan pendapatnya mengenai fanatisme dalam kehidupan beragama dan kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dicap sebagai ekstremis oleh Singapura.
Pemerintah Singapura klaim terdapat anak remaja yang berusia 17 tahun telah terpapar ajaran Radikalisme yang diberikan oleh UAS. Pernyataan tersebut disampaikan melalui
Pengamat Politik sekaligus Pakar Filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung menyinggung isu radikalisme yang dilemparkan Ganjar pada beberapa tahun terakhir.
Melalui sebuah cuitan di akun media sosial, Teddy Gusnaidi merespons pernyataan Refly Harun yang menilai negara lebih takut dengan radikalisme ketimbang korupsi.