Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menuai kritikan dari warganet usai menyetujui kebijakan keturunan PKI boleh masuk TNI. Netizen menyinggung dengan mengatakan tetaplah jadi Menko Polhukam meski tidak bermanfaat.
Sindiran ini dilontarkan usai Mahfud MD menyatakan tidak mempermasalahkan kebijakan yang diambil oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang mengambil kebijakan keturunan PKI bisa mendaftar TNI.
Narasi sindiran netizen di tulis melalui sebuah kolom komentar di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Senin 4 April 2022.
Netizen menilai persetujuan Mahfud MD soal kebijakan Andika Perkasa tidak sepantasanya Menko Polhukam menyetujui kebijakan tersebut.
“Tetaplah jadi Menteri Polhukam putt meski gak bermanfaat. Nunggu angin berhembus wind of change, dan pengen tahu jado apa akhirnya umat Allah ini yang katanya pinter agama dan ahli hukum”, tulis netizen.

- Mahfud MD Tegaskan Perpol 10 2025 Adalah Pembangkangan Terhadap Konstitusi
- Mahfud MD Enggan Terima Honor Saat Jadi Khatib di Masjid Al-Markaz
- Lewat Pantun di Kampanye Ganjar, Butet Kartaredjasa Sindir Jokowi: Ini Banteng-Banteng yang Dilukai, Siapa yang Melukai?
- Cak Imin: Kalau jadi Wapres Ga Ada Gunanya Ya Mundur!
- Mahfud MD Akan Kirim Tim Untuk Investigasi Dugaan Intimidasi yang Diterima Melki
Selain itu, netizen menyebut jika Mahfud MD menyetujui kebijakan tersebut karena takut kehilangan jabatatannya sebagai Menkopolhukam.
“Busyet Mahfud tajut kehilangan jabatan ya”, tulis netizen yang lain.
Sebelumnya, Mahfud berpendapat bahwa dalam aturannya yang selama ini memang tidak ada disebutkan adanya larangan bagi anak keturunan PKI untuk mendaftar TNI.
“Ndak apa-apa, itu Kebijakan Panglima. Menurut saya memang normativenya ndak ada kata keturunan itu”, kata Mahfud MD, dikutip dari laman Viva.co.id.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pada saat seleksi anggota TNI, tetap ada seleksi ideologi, yang akan dipakai untuk memastikan agar anggota TNI tidak terpapar ideology komunis.
Menurutnya, seleksi itu tidak berdasarkan seseorang anak atau simpatisan PKI melainkan pada dasar ideologi negara.
Mahfud MD menambahkan jika TNI memiliki alat khusus untuk melihat kecenderungan ideologi seseorang dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
“TNI itu hebat lho, punya alat tes untuk tahu kecenderungan orang itu kemana. Ada alatnya. Itu ilmiah gitu, melalui uji coba yang lama”, ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
